DANAdidik: Pinjaman Pendidikan Syariah atau Tidak?

Seperti yang kita telah banyak tahu, Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Hal tersebut sedikit-banyak membuat negara ini mengadopsi ajaran Islam untuk diterapkan dalam kehidupan bernegara. Berkehidupan sesuai ajaran atau syariat Islam kini bukan lagi dianut oleh kalangan tetua atau muslim saja seperti stereotipe yang beredar.

Bahkan di negara non-muslim sendiri, tren pasar syariah berkembang cukup pesat di berbagai lini, seperti makanan dan minuman bersertifikasi halal, pariwisata halal, fashion hingga kosmetik halal. Banyak cara yang dilakukan berbagai negara dan pemerintah untuk menjangkau pasar muslim. Data Prudential menyebutkan, bahwa sepanjang tahun 2017 global halal travel tumbuh 12%. Sementara global halal food tumbuh 6%.

Dukungan pemerintah pada pasar muslim dan syariah ditandai dengan dibentuknya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang langsung diketuai oleh Presiden Republik Indonesia, Jokowi. Seperti Malaysia yang sudah kuat dengan pasar syariah-nya, Indonesia digadang-gadang harusnya juga mampu kuat dalam wilayah ini. Sebelumnya, penyebab pertumbuhan yang lambat adalah aspek permodalan, sumber daya manusia, serta dukungan pemerintah.

Ijarah Sebagai Hukum Syariah Pinjam-Meminjam

Salah satu hukum syariah tentang hajat hidup yang berkenaan dengan pinjam-meminjam adalah ijarah. Ijarah berasal dari bahasa Arab, yang dapat diartikan “ganti” atau “imbalan”. Ijarah adalah suatu transaksi sewa-menyewa antara pihak penyewa dengan yang mempersewakan sesuatu barang atau jasa untuk mengambil manfaatnya dengan harga tertentu dan dalam waktu tertentu.

Sedangkan menurut istilah terminologi, beberapa ulama mendefinisikan ijarah, sebagai berikut:
Sayyid Sabiq, dalam fiqhussunnah mendefinisikan ijarah sebagai “suatu jenis akad untuk mengambil manfaat dengan jalan penggantian.”
Imam Taqiyyuddin mendefinisikan ijarah sebagai berikut:

“Ijarah adalah suatu perjanjian untuk mengambil suatu barang dengan tujuan yang diketahui dengan penggantian, dan dibolehkan sebab ada penggantian yang jelas”.

Ijarah dalam fungsinya terbagi menjadi dua, yakni ijarah ‘ayyan dan ijarah ‘amal. Ijarah ‘ayyan adalah imbalan karena mengambil manfaat dari suatu benda atau barang, misalnya komisi pembelian rumah, pakaian, dan sebagainya). Sedangkan ijarah ‘amal adalah imbalan atas suatu pekerjaan atau jasa yang dilakukan, misalnya imbalan untuk notaris, pelayan, pekerja, dan suatu lembaga penyedia jasa.

Ijarah disyariatkan dalam Islam, karena pada dasarnya manusia senantiasa diuji dengan keterbatasan dan kekurangan, dan untuk itu membutuhkan bantuan pihak lain. Untuk itu, niat utama pelaksanaan ijarah adalah aktivitas dua pihak agar saling meringankan beban. Untuk itu, para ulama dalam ‘ijma terkait ini menilai ijarah sebagai sesuatu yang diperbolehkan.
Menurut ulama mahzab Hanafiyah, rukun ijarah hanya satu, yakni ijab dan qabul. Sedangkan syarat ijarah adalah kerelaan dua pihak, yakni mu’ajjir (pemberi jasa) dan musta’jir (penerima jasa) yang menghendaki ijarah. Hal ini seperti tercantum dalam surat an-Nisa ayat 29:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu, Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”.

Prinsip Syariah yang Diadopsi DANAdidik

DANAdidik merupakan platform penyedia pinjaman pendidikan untuk mahasiswa. Nasabah, dalam hal ini mahasiswa tentu memperoleh manfaat jasa. Ijrah diperbolehkan untuk memfasilitasi pembiayaan konsumtif yang tidak bertentangan dengan syariat, seperti kesehatan, pendidikan dan ibadah (haji dan umrah). DANAdidik dalam hal ini, menyasar salah satunya, yakni pendidikan.

Pembiayaan pendidikan diberikan oleh DANAdidik kepada pihak-pihak yang memerlukan dana (deficit unit), yakni mahasiswa kurang mampu yang sedang dalam masa akhir perkuliahannya. Sistem pengembalian serta jumlahnya telah diatur dan ditetapkan di awal dalam perjanjian yang disepakati bersama, serta DANAdidik menerapkan pengembalian dengan sistem bagi-hasil, yakni penentuan nominal pengembalian lewat besarnya penghasilan peminjam, sehingga dianggap tidak memberatkan.

Dalam ijarah, harus ditemukan ma’qud alaih yakni manfaat jasa dan upah. Di DANAdidik, sejumlah ma’qud alaih dari jasa dan upah yang ditetapkan adalah:

1) Biaya operasional serta fee untuk proses yang melibatkan pihak ketiga (transfer, ekspedisi, dan sebagainya)

2) Meringankan beban finansial mahasiswa dan wali

3) Mengangkat harkat dan martabat seseorang lewat pendidikan

4) Pengembalian yang diterima DANAdidik akan diputar kepada mahasiswa membutuhkan lain; di mana manfaatnya berputar dan kontinu

Semoga artikel ini mencerahkan! #SemuaBisaKuliah #PendidikanTinggiUntukSemua

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.