Mimpi Mulia Calon Pengusaha Muda: Hani Ginanjar Story

Kalau membicarakan soal pengusaha, kita cenderung mengacu pada kata enterpreneur. Namun, familiar kah kamu dengan kata sociopreneur? Sesuai namanya, sociopreneur adalah singkatan dari Social Entrepreneur. Sociopreneur sendiri berarti seorang entrepreneur yang melakukan kegiatan bisnisnya dengan tujuan memperdayakan lingkungan sekitar atau bisa juga berasaskan landasan sosial. Sebenarnya, banyak lho para sociopreneur baik di dalam maupun luar negeri. Apalagi di era digital sekarang, orang berlomba-lomba membangun bisnis startup dengan konsep sustainability atau keberlanjutan.

Ternyata mimpi membangun usaha berbasis misi sosial juga diemban oleh salah satu Anak Didik bernama Hani Ginanjar Sari. Mahasiswa Sekolah Tinggi Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI) ini bercita-cita menjadi socialpreneur dan fasilitator pedesaan. 

“Aku kan kuliah jurusan administrasi bisnis, tujuannya biar bisa punya bisnis. Nah, aku pengen gimana bisnis aku jadi bermanfaat untuk orang banyak, aku pilih lah jadi socialpreneur, jadi bukan hanya sekedar menjadi enterpreneur. Soal menjadi fasilitator desa, target karir aku emang bukan ke kota, tapi ke desa. Dimana aku bisa jadi tempat pendampingan bagi masyarakat desa biar bisa lebih maju dan berkembang.” ucap alumni dari SMKN 22 Jakarta itu ketika ditanyai oleh DANAdidik soal mimpinya.

Tidak bisa dipungkiri, Hani merupakan anak yang aktif dan mandiri. Selain belajar di kampus, Hani juga aktif  di UKM LDK Parmais dan Dewan Perwakilan Mahasiswa di kampusnya. Hani beserta rekannya di Komisi I DPM Sekolah Tinggi Administrasi Mandala Indonesia memiliki tugas dalam pembuatan produk hukum di kampus. Seperti undang-undang atau peraturan yang berkaitan dengan lembaga organisasi.

Meski disibukkan dengan berbagai kegiatan kampus, Hani tetap berpegang pada mental kemandirian. Sebisa mungkin ia mengurangi beban orangtuanya, salah satu cara yang ia lakukan adalah dengan bekerja paruh waktu untuk membiayai kuliahnya. 

Namun sayang, kesulitan ekonomi yang ia alami membuat gaji paruh waktunya tidak cukup untuk membayar angsuran biaya kuliahnya. Hani terancam tidak dapat mengikuti ujian. 

Ayo, bantu Hani dengan melakukan pendanaan pada platform DANAdidik! Klik link di sini untuk mendanai Hani. Kamu bisa berdonasi maupun melakukan pendanaan dan mendapat imbal hasil hingga 14% flat per tahun! Ayo kurangi angka putus kuliah di Indonesia #SemuaBisaKuliah

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.