Mengenal Lebih Jauh Tentang Fintech P2P Lending di Indonesia

Mengenal Lebih Jauh Tentang Fintech P2P Lending di Indonesia – Hadirnya industri teknologi finansial atau disingkat tekfin (fintech) memberikan kemudahan bagi seseorang untuk melakukan kegiatan yang menyangkut soal keuangan. Terutama kegiatan meminjam uang dan berinvestasi yang dimudahkan berkat lahirnya Peer to Peer Lending (P2P Lending).

Singkatnya, P2P Lending adalah pasar online yang menghubungkan peminjam (borrower) dan pemberi pinjaman/ investor (lender). Perusahaan pertama yang memberikan pinjaman P2P lewat website adalah Zopa yang berbasis di Inggris. Kemudian, industri ini menyebar ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia, yang kini memiliki banyak platform P2P Lending, seperti contohnya DANAdidik sebagai platform pinjaman pendidikan pertama di Indonesia.

Fintech vs Bank?

Sering terjadi spekulasi bahwa fintech akan bersaing dengan bank. Padahal, teknologi finansial dapat mewadahi peminjam yang memiliki kapabilitas untuk didanai, tetapi belum mampu untuk menembus credit scoring bank. Serta, membiayai pihak yang belum memiliki rekam jejak untuk mendapatkan kredit dari bank. Pihak di sini berarti masyarakat, termasuk pemilik UMKM, mahasiswa, dan lain sebagainya.

Pendanaan ini jelas berfungsi untuk menaikan inklusi keuangan nasional agar pada akhirnya, mereka siap untuk meminjam pada sektor perbankan. Jadi, pada akhirnya hal ini membuktikan bahwa sebenarnya pihak bank dan fintech memiliki kemungkinan yang besar untuk berkolaborasi membangun perekonomian Indonesia.

Regulasi Fintech P2P Lending di Indonesia

https://www.ojk.go.id/

Platform P2P Lending terbaik telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga independen NKRI yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan. Lalu, cek juga apakah platform yang menjadi sasaranmu melakukan investasi telah menjadi member Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia atau AFPI, karena asosiasi ini ditunjuk langsung oleh OJK untuk mewadahi pelaku usaha Fintech Peer to Peer (P2P) Lending atau Fintech Pendanaan Online di Indonesia. Alangkah lebih baik lagi jika platform juga mendapatkan dukungan dari pemerintah. DANAdidik sebagai penyedia pinjaman pendidikan telah terdaftar dan diawasi OJK sejak tahun 2018, DANAdidik juga telah bergabung dengan AFPI dan mendapat dukungan pemerintah lewat Program PPBT 2019 yang diselenggarakan Ristekdikti.

Keuntungan Fintech P2P Lending

Mengapa industri Fintech dan  P2P Lending dapat memudahkan kegiatan finansial seseorang? Jika memposisikan diri menjadi pemberi pinjaman atau lender, kamu cukup bermodalkan internet dan, biasanya, hanya uang Rp 100.000. Karena, rata-rata platform P2P menawarkan investasi dengan modal awal sedikit. Seperti DANAdidik yang juga menawarkan bonus cashback jika kamu berinvestasi mulai dari Rp 250.000. Lalu, jika kamu memposisikan diri  sebagai peminjam atau borrower, biasanya syarat meminjamnya tidak serumit bank konvensional.

Baca Juga: 8 Alasan Mengapa Harus Investasi di Platform P2P Lending DANAdidik

Risiko Fintech P2P Lending

Seperti instrumen investasi lainnya, P2P Lending juga memiliki risiko. Maka dari itu, pencarian secara mendalam penting sebelum kamu memutuskan investasi di P2P Lending. Sebagai referensi, silakan baca artikel di bawah ini:

7 Tips Investasi P2P Lending untuk Lender Pemula

Risiko terbesar dari investasi P2P Lending adalah risiko gagal bayar. Sebelum memutuskan berinvestasi, seorang lender harus paham bahwa risiko gagal bayar kredit akan ditanggung sepenuhnya oleh investor. Namun, ada kok cara meminimalisir risiko ini, yaitu dengan memerhatikan credit scoring peminjam dan mempraktikan diversifikasi investasi.

Bagaimana cara kerja P2P Lending?

Meskipun ide Peer to Peer Lending relatif sederhana, ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum memasuki ranah ini, sebagai lender ataupun borrower. Di bagian atas rantai pinjaman, adalah perusahaan yang memfasilitasi platform.

Bagi para lender, pertama-tama anda perlu memutuskan berapa banyak uang yang ingin dipinjamkan dan untuk berapa lama (tenor). Peminjam, di sisi lain, perlu memberikan perincian tentang diri mereka sendiri dan jumlah uang yang ingin mereka pinjam dan untuk tujuan apa.

Platform P2P menganalisis laporan kredit peminjam dan menggunakan informasi tersebut bersama dengan data lain untuk menetapkan tingkat risiko. Permintaan pinjaman biasanya diunggah di situs web, dimana investor meninjaunya.

Misalnya melalui website DANAdidik, mahasiswa sebagai peminjam melewati serangkaian verifikasi guna menentukan credit scoring, mereka lalu akan mengunggah kampanye tentang alasan meminjam, latar belakang, dan lain-lain. Lender dapat memilih #AnakDidik mana yang ingin didanai atau meminta bantuan untuk memilih. Kemudian, dana yang terkumpul akan dikirimkan sebanyak 70% untuk biaya kuliah mereka (langsung ke kampus), dan 30% untuk kebutuhan mahasiswa lainnya (seperti biaya tugas akhir, alat praktik).

Cara kerja DANAdidik

  1. Mahasiswa tertarik dengan pinjaman mengisi aplikasi sederhana di website DANAdidik.
  2. DANAdidik mengakses aplikan. 
    Kami membangun teknologi analisa risiko kami sendiri: 
    a. Algoritma yang sangat berbeda dari risk-assesment sebuah bank 
    b. Khusus untuk aplikan pelajar 
    c. Peringkat universitas & potensi industri berperan besar
  3. Dari sini, DANAdidik menentukan peringkat kredit dan menetapkan suku bunga yang sesuai untuk setiap aplikan. Pelamar yang memenuhi syarat dan telah menerima dapat mengevaluasi pilihan pinjaman tanpa berdampak ke nilai kredit mereka.
  4. Investor mulai dari individu & sampai lembaga memilih aplikan mana yang akan didanai. Ini adalah bentuk investasi dan bisa mendapatkan return (imbal hasil) bulanan.
  5. Seluruh proses akan berorientasi online, menggunakan teknologi untuk menurunkan biaya kredit – yang akhirnya menjadi penghematan kembali dalam bentuk tarif yang lebih rendah untuk peminjam dan imbal hasil yang lebih baik bagi investor.

Untuk infromasi langkah berinvestasi di DANAdidik yang lebih lengkap , silakan mengikuti panduan pada artikel di bawah ini:

Lender Baru? Simak Dulu Cara Investasi di P2P Lending DANAdidik

Hubungi kontak di bawah ini untuk informasi lebih lanjut:

WhatsApp Business : +62 812 8986 2884

Dipo (+62 81 510 532 844) | dipo@danadidik.com

Helpdesk DANAdidik: https://help.danadidik.id/

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.