Kenali 5 Hal Ini Sebelum Investasi di Fintech P2P Lending

Kenali 5 Hal Ini Sebelum Investasi di Fintech P2P Lending – Berinvestasi sekarang ini tidak perlu ribet. Cukup bermodalkan uang ratusan ribu dan internet, kamu sudah bisa menumbuhkan uang lewat investasi. Hadirnya perusahaan-perusahaan teknologi finansial, yang sering disingkat tekfin atau fintech, membantu kamu melakukan perencanaan keuangan yang lebih matang.

Baca juga: 4 Alasan Harus Mulai Investasi dengan Uang Ngopi Kamu!

Investasi dengan instrumen Peer to Peer Lending misalnya. Hadirnya investasi dengan singkatan P2P Lending ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor, terutama investor milenial. Secara singkat, cara kerja investasi P2P adalah investor yang meminjamkan dana pada peminjam atau borrower, kemudian investor atau pendana tersebut akan mendapatkan imbal hasil atau return. Banyak perusahaan yang menjadi wadah bertemunya investor atau lender, sebut saja DANAdidik yang menjadi platform P2P Lending pinjaman pendidikan pertama di Indonesia.

Baca juga: 5 Keuntungan Investasi pada Platform P2P Lending Pinjaman Pendidikan

Keuntungan dari investasi P2P Lending bisa dibilang sangat lumayan. Investasi ini juga cocok bagi kamu yang mau belajar membiasakan diri berinvestasi. Namun, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui terlebih dahulu. Simak 5 hal di bawah ini ya!

Regulasi Fintech di Indonesia

https://www.ojk.go.id/

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada platform fintech P2P Lending, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu regulasinya. Peraturan lembaga non-bank dan fintech lending di Indonesia diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang merupakan lembaga independen yang memiliki fungsi, tugas dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan. OJK dibentuk berdasarkan UU Nomor 21 tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. Tujuan didirikannya OJK secara garis besar adalah untuk melindungi konsumen industri jasa keuangan.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Tentang Fintech P2P Lending di Indonesia

Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan OJK, Hendrikus Passagi menyebutkan bahwa Indonesia merupakan pasar potensial untuk berkembangnya industri P2P Lending. Menurut data OJK per Juni 2019 saja, tercatat ada 113 perusahaan teknologi finansial yang terdaftar OJK. Menurut data yang sama, akumulasi jumlah pinjaman mencapai Rp 44.806 Triliun dengan jumlah akumulasi rekening peminjam 9.743.679 entitas, serta 498.824 entitas lender. 

Untungnya, kamu tidak perlu ragu jika ingin berinvestasi di DANAdidik. Karena selain terdaftar dan diawasi OJK, juga menjadi anggota dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia atau AFPI, DANAdidik juga menjadi satu-satunya platform pinjaman pendidikan yang didukung langsung oleh pemerintah. Melalui program PPBT yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, DANAdidik menjadi platform yang kredibel.

Baca juga: Inkubasi Ristekdikti Selesai, DANAdidik Masuk 5 Terbaik Startup Indonesia

Risiko Investasi P2P Lending

Investasi di fintech P2P Lending mungkin bisa menghasilkan untung hingga 15 persen per tahunnya, namun bukan berarti lender atau investor terbebas dari risiko. Seperti yang sering disinggung sebelumnya, semua jenis investasi memiliki risikonya masing-masing. Risiko terbesar dari investasi di P2P Lending adalah risiko kredit macet sampai gagal bayar yang biasanya harus ditanggung baik lender maupun platform penyedianya.

Namun, tenang saja. Risiko investasi di P2P Lending biasanya diminimalisir dengan dua hal, yaitu sistem skor kredit dan diversifikasi investasi. Melalui sistem credit scoring DANAdidik misalnya, lender tidak akan sembarangan memberikan pinjaman pada mahasiswa karena sebelumnya para mahasiswa telah melewati serangkaian wawancara dan pengecekan latar belakang. Kebanyakan peminjam di DANAdidik juga merupakan mahasiswa yang siap lulus dan pernah bekerja sebelumnya. Sehingga kemungkinan macetnya pengembalian kredit akibat mahasiswa yang tidak bekerja akan berkurang.

Menyebarkan Investasi ke Beberapa Peminjam

Penyebaran investasi ke beberapa peminjam merupakan pengertian dari langkah diversifikasi investasi. Langkah meminimalisir risiko ini sangat cocok untuk diterapkan pada instrumen investasi P2P Lending. Platform seperti DANAdidik memiliki berbagai jenis profil peminjam meski semuanya merupakan mahasiswa. Sebagai pendana, kami merekomendasikan kamu yang akan berinvestasi pada platform DANAdidik untuk menyebar investasi ke beragam peminjam, sehingga jika kamu tidak akan kehilangan seluruh keuntungan jika hanya meminjamkan pada satu anak.

Baca juga: Apa itu Diversifikasi Dana di Investasi P2P Lending?

Singkatnya, jika kamu menginvestasikan seluruh uang kamu pada mahasiswa A pada platform DANAdidik, lalu seandainya ia gaga membayar pinjaman, kamu akan kehilangan seluruh uang kamu. Makanya, lebih baik kamu membagi dana yang kamu punya pada mahasiswa A, B, C, dan seterusnya. Sehingga selain membantu mengubah banyak nasib anak Indonesia, kamu juga akan mengurangi kemungkinan risiko. 

Pisahkan Tabungan dan Dana Investasi

Meski sulit, cobalah untuk membedakan tabungan dan dana investasi. Terutama tabungan darurat yang kamu miliki, jangan pernah menggunakannya sebagai dana berinvestasi. Karena, saat kamu menanamkan uang tersebut pada investasi P2P Lending, modal dan keuntungan yang kamu dapat tidak dapat diambil secara instan. Kamu harus menunggu dengan jangka waktu sesuai tenor peminjam. Di DANAdidik, kami menerapkan tenor hingga 2 tahun. Makanya, kamu sebaiknya tidak menginvestasikan semua dana yang kamu miliki, namun pisahkan juga untuk tabungan darurat. Untuk tips menabung dan investasi, kamu bisa membacanya pada artikel di bawah ini.

Investasi Vs Menabung: Mana yang Lebih Untung? Simak 4 Tips Berikut!

Raih Banyak Aspek Keuntungan

Walau kita berbicara soal investasi, jangan hanya mengorientasikan keuntungan yang kamu dapat dengan keuntungan finansial. Karena banyak lho keuntungan lain yang bisa kamu dapat selain uang, misalnya keuntungan sosial dengan berinvestasi pada mahasiswa yang kesulitan dana lewat platform DANAdidik!

Selain imbal hasil hingga 15% flat per tahun dan promo cashback Rp 50.000, dengan berinvestasi pada DANAdidik, kamu juga ikut membantu memajukan sektor pendidikan di Indonesia. Saat #AnakDidik mendapatkan pinjaman dana, kamu akan ikut mengurangi angka putus kuliah di Indonesia. Sudah banyak #AnakDidik yang berhasil lulus dan bekerja, sekarang giliran kamu mengubah nasib #AnakDidik lainnya. Daftarkan diri kamu menjadi lender pada website kami di sini, atau ikuti langkah pada artikel di bawah demi pendidikan Indonesia yang lebih baik! #SemuaBisaKuliah

Lender Baru? Simak Dulu Cara Investasi di P2P Lending DANAdidik

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.