Informasi Terbaru PPDB, SNMPTN, SBMPTN dan UM 2019

Di tahun 2019 ini, penggunaan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) lewat jalur keluarga tidak mampu resmi dihapus. Aturan ini tertuang dalam Permendikbud PPDB 2019 yang sudah diteken Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Pemerintah berharap dengan diberlakukannya aturan tersebut maka peluang jual beli kursi pada PPDB 2019 bisa diperkecil. Hal ini dimungkinkan lantaran sistem zonasi makin diperkuat. Menurut Mendikbud, dengan zonasi kecil kemungkinan terjadi jual beli kursi. Kalaupun masih ada, dapat dminimalisasi, karena dengan zonasi ini diutamakan mereka yang punya radius dengan sekolah, hingga tidak bisa orang luar masuk.

Guru besar di Universitas Muhammad Malang (UMM) tersebut menambahkan, penyimpangan lewat SKTM juga tidak ada lagi. Anak dari keluarga miskin tidak lagi pakai SKTM. Yang digunakan adalah data penerima jaminan keluarga kurang mampu. Baik dalam bentuk PKH (Program Keluarga Harapan) maupun lainnya. Sehingga calon mahasiswa tidak lagi perlu mengurus SKTM ke lingkup RT, RW hingga kelurahan.

Bagi mereka yang tidak mendapat KIP (Kartu Indonesia Pintar) atau PKH, mereka dapat menggunakan daftar dari sekolah. Setiap sekolah memiliki daftar siswa miskin. Dari sini nanti bisa dideteksi siswa miskinnya. Ditanya bagaimana bila pemerintah daerah masih memberlakukan SKTM dalam PPDB 2019, Mendikbud menyarankan untuk tidak tetap mencoba karena hasilnya kemungkinan akan sia-sia belaka.

Jangan Manipulasi Data PDSS untuk SNMPTN dan SBMPTN

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengingatkan seluruh kepala sekolah tingkat SLTA untuk tidak memanipulasi data yang diisi di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Hal ini untuk mencegah terjadi kesalahan yang merugikan siswa saat sudah diterima di PTN.

Menurutnya, Kepsek harus menyampaikan data riil. Dan untuk itu, jangan memanipulasi data yang ada. Hal ini disampaikan Menristekdikti pada pembicaraan mengenai Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Jakarta, Jumat (12/1). Untuk tahapan SNMPTN, sekolah terlebih dahulu mengisi data siswa di PDSS. Baru kemudian dilakukan proses penyeleksian melalui nilai rapor dan juga portofolio akademik.

Selanjutnya, Tugas kepala sekolah melakukan verifikasi siswa yang didaftarkan SNMPTN. Untuk jadwal SNMPTN dimulai dari pengisian di PDSS pada 13 Januari hingga 10 Februari. Pendaftaran 21 Februari hingga 6 Maret dan pengumuman 17 April.

Jadwal Penting SNMPTN, UTBK dan SBMPTN 2019

SNMPTN 2019

1. 4 Januari 2019 Launching

2. 4 – 25 Januari 2019 Pengisian dan Verifikasi PDSS

3. 4 – 14 Februari 2019 Pendaftaran

4. 23 Maret 2019 Pengumuman Hasil SNMPTN

UTBK 2019

1. 12 Januari – 27 Maret 2019 Pendaftaran UTBK

2. 30 Maret – 25 Mei 2019 Pelaksanaan UTBK (12kali – 24 sesi)

3. 10 April – 2 Juni 2019

Pengumuman Hasil UTBK

SBMPTN 2019

1. 10 – 24 Juni 2019 Pendaftaran SBMPTN

2. 9 Juli 2019 Pengumuman Hasil SBMPTN 2019

Mandiri PTN

Pengumuman seleksi Mandiri PTN 30 Juli 2019

Perbedaan SNMPTN, SBMPTN, Mandiri Dulu dan Sekarang

Mulai tanggal 4 Januari, calon mahasiswa sudah bisa mengisi Pangkalan Data Siswa Sekolah (PDSS) sampai dengan tanggal 25 Januari 2019. Selain jadwal yang dimajukan, perbedaan SNMPTN untuk tahun ini salah satunya adalah penurunan kuota penerimaan mahasiswa.

Walaupun berbeda, penerimaan mahasiswa baru itu tetap melalui 3 jalur, SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri. Untuk proporsi yang sudah ditetapkan Kemenristek dikti adalah untuk  SNMPTN adalah minimal 20 persen dan yang melalui SBMPTN minimal 40 persen dan untuk Mandiri maksimum adalah 30 persen. Kalau kita bandingkan tahun lalu poinnya adalah untuk SNMPTN ada pergeseran yaitu dari 30 persen turun menjadi 20 persen.

Selain itu pada ketentuan penerimaan SNMPTN terdapat perbedaan presentase tiap sekolah dalam kategori akreditasi. Pada sekolah dengan akreditasi A mengambil 40 persen terbaik di sekolahnya, akreditasi B mengambil 25 persen terbaik di sekolahnya dan akreditasi C lima persen terbaik di sekolahnya.

Hal lainnya yang harus diperhatikan adalah jumlah program studi yang bisa diambil oleh peserta. Apabila pada tahun 2018 peserta bisa mengambil maksimal tiga program studi, saat ini peserta hanya bisa mengambil maksimal dua program studi yang berasal dari PTN sama atau berbeda. Perbedaan selanjutnya yakni jika sebelumnya SNMPTN ditangani oleh panitia pelaksana, kali ini akan dilakukan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Persyaratan SNMPTN dan SBMPTN 2019

A. SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri)

 Persyaratan Sekolah

  • SMA/MA/SMK negeri atau swasta yang mempunyai NPSN
  • Ketentuan akreditasi:

Akreditasi A: 40% terbaik di sekolahnya

Akreditasi B: 25% terbaik di sekolahnya

Akreditasi C dan lainnya: 5% terbaik di sekolahnya

  • Mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS)

Kerangka Waktu SNMPTN

Persyaratan Peserta

  • Siswa SMA/MA/SMK kelas terakhir (kelas 12) pada tahun 2019 yang memiliki prestasi unggul
  • Memiliki prestasi akademik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh masing-masing PTN
  • Memiliki NISN dan/atau NIK dan terdaftar di PDSS
  • Memiliki nilai rapor semester 1 s.d 5 yang telah diisikan di PDSS

Pilihan Prodi

  • Setiap siswa diperbolehkan memilih 2 prodi dari 1 PTN atau 2 PTN
  • Disarankan tidak boleh lintas minat

Tahapan Pendaftaran SNMPTN

  • Pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS)
  • Pemeringkatan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) melalui sistem
  • Pendaftaran SNMPTN bagi yang memenuhi syarat dan masuk dalam pemeringkatan
  • Bagi peserta yang memilih Program Studi bidang Keolahragaan dan Seni wajib mengunggah portofolio
  • Pengumuman bersama kelulusan hasil SNMPTN di PTN

B. SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri)

Persyaratan peserta

  • Siswa SMA/MA/SMK/Sederajat lulusan tahun 2017, 2018 harus sudah memiliki ijazah
  • Bagi siswa SMA/MA/SMK/Sederajat lulusan tahun 2019 memiliki Surat Keterangan Lulus Pendidikan Menengah, sekurang-kurangnya memuat informasi jati diri dan foto terbaru yang bersangkutan dengan dibubuhi cap stempel yang sah
  • Memiliki Nilai UTBK
  • Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses studi
  • Memiliki NISN dan/atau NIK
  • Memasukkan data prestasi penunjang lainnya sesuai dengan ketentuan masing-masing PTN
  • Biaya tes UTBK ditanggung oleh peserta dan subsidi pemerintah

Pilihan prodi

  • Setiap peserta diperbolehkan memilih 2 prodi dari 1 PTN atau 2 PTN

Kerangka Waktu SBMPTN

Definisi dan Persyaratan UTBK

  • UTBK adalah suatu Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang dirancang untuk memprediksi apakah peserta mampu menyelesaikan studi di Perguruan Tinggi
  • Persyaratan:

Siswa SMA/MA/SMK kelas 12 pada tahun 2019 dan/atau lulusan SMA/MA/SMK/Sederajat tahun 2017, 2018

Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses studi

Peserta hanya diperbolehkan mengikuti tes 2 (dua) kali dengan ketentuan sebagai berikut:

  • UTBK kelompok Saintek 1 kali dan kelompok Soshum 1 kali; atau kelompok Saintek 2 kali; atau Kelompok Soshum 2 kali
  • Bagi peserta yang melakukan UTBK 2 kali, nilai yang akan digunakan untuk seleksi adalah nilai tertinggi
  • Hasil UTBK hanya berlaku 1 kali periode tahun ajaran penerimaan
  • Membayar biaya UTBK dan seleksi SBMPTN

Tahapan Pelaksanaan UTBK

  • Pembayaran di Bank (kecuali bagi pendaftar Bidikmisi yang dinyatakan lolos persyaratan)
  • Pendaftaran:
    • Masuk ke sistem LTMPT
    • Memilih lokasi dan waktu tes
    • Mencetak kartu peserta tes
  • Pelaksanaan UTBK
  • Pengumuman skor hasil UTBK

Tahapan Pendaftaran SBMPTN

  • Pendaftaran ke sistem LTMPT:
    • Mengisi biodata (kecuali bagi yang sudah mendaftar SNMPTN)
    • Mengunggah dokumen sesuai dengan persyaratan, termasuk portofolio bagi program studi bidang Keolahragaan dan Seni
    • Pemilihan PTN dan program studi
  • Pengumuman bersama kelulusan hasil SBMPTN di PTN



Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.