HUT TNI Ke-73, Ini Tugas dan Peran TNI Untuk Bangsa

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberi hadiah spesial untuk Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, seusai keduanya bertemu di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat, 5 Oktober 2018. Jokowi memberikan foto saat keduanya berbincang dengan tanda tangannya dan sebuah pesan untuk Sutopo. “Tetaplah menjadi inspirasi,” tulis Jokowi.

Jokowi mengatakan ia kagum dengan dedikasi Sutopo dalam menjalani profesinya sebagai sumber informasi kepada masyarakat saat terjadi bencana. Padahal di satu sisi, Sutopo menderita penyakit kanker paru-paru stadium 4B. “Ini saya kira sangat menginspirasi kita semuanya, bahwa dalam kondisi beliau yang sakit tetap masih mendedikasikan semangatnya untuk pekerjaan yang digelutinya dalam sekian tahun ini,” ucap Jokowi.

Sutopo tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Menurut dia, album foto dari Jokowi ini merupakan hadiah terindah jelang ulang tahunnya pada 7 Oktober mendatang. “Ini suatu nikmat yang sangat luar bisa,” kata Sutopo. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit itu, Sutopo bercerita ia mendapat pesan dari Jokowi agar saat bekerja menyesuaikan diri dengan kondisi kesehatan. “Jadi saya berterima kasih sekali Bapak Presiden, bisa langsung bertemu dengan Bapak. Ini adalah suatu hal yang membanggakan. Suatu hal yang patut saya syukuri kepada Allah SWT,” ujarnya.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, warganet turut mendukung dan mengucapkan ulang tahun TNI di media sosial, seperti Twitter. Lini masa Twitter pun dibanjiri ucapan HUT TNI 73., Tagar #HUT73TNI memuncaki posisi teratas trending topic  di Twitter. Selain #HUT73TNI, tagar #DirgahayuTNI juga bertengger di deretan trending topic terpopuler. Kebanyakan twit ucapan HUT TNI dari warganet diringi harapan agar kinerja TNI bisa menjadi lebih baik serta berpihak kepada rakyat.

PERAN

TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.

FUNGSI

(1) TNI sebagai alat pertahanan negara, berfungsi sebagai;

  • penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dalam negeri terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa;
  • penindak terhadap setiap bentuk ancaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a; dan
  • pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan.

(2) Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), TNI merupakan komponen utama sistem pertahanan negara.

TUGAS

(1) Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

(2) Tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan:

a. operasi militer untuk perang;
b. operasi militer selain perang, yaitu untuk:

  1. Mengatasi gerakan separatis bersenjata;
  2. Mengatasi pemberontakan bersenjata;
  3. Mengatasi aksi terorisme;
  4. Mengamankan wilayah perbatasan;
  5. Mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis;
  6. Melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri;
  7. Mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya;
  8. Memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta;
  9. Membantu tugas pemerintahan di daerah;
  10. Membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang;
  11. Membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia;
  12. Membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan;
  13. Membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue); serta
  14. Membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan dan penyelundupan.

(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.

Pada masa TNI digabung dengan POLRI menggunakan doktrin Catur Dharma Eka Karma yang disingkat dengan CADEK. Seiring berjalannya era reformasi di Indonesia, TNI mengalami proses reformasi internal yang signifikan. Di antaranya adalah perubahan doktrin Catur menjadi Tri setelah terpisahnya POLRI dari ABRI.

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI nomor Kep/21/I/2007, pada tanggal 12 Januari 2007, doktrin TNI ditetapkan menjadi Tri Dharma Eka Karma yang disingkat dengan TRIDEK.[14]

Jati diri Tentara Nasional Indonesia yang termuat dalam Pasal 2 UU TNI adalah:

  1. Tentara Rakyat, yaitu tentara yang anggotanya berasal dari warga negara Indonesia;
  2. Tentara Pejuang, yaitu tentara yang berjuang menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak mengenal menyerah dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugasnya;
  3. Tentara Nasional, yaitu tentara kebangsaan Indonesia yang bertugas demi kepentingan negara di atas kepentingan daerah, suku, ras, dan golongan agama; dan
  4. Tentara Profesional, yaitu tentara yang terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dan dijamin kesejahteraannya, serta mengikuti kebijakan politik negara yang menganut prinsip demokrasi, supremasi sipil, hak asasi manusia, ketentuan hukum nasional, dan hukum internasional yang telah diratifikasi.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.