Hidup Dengan Orangtua Tunggal, #AnakDidik Ini Buktikan Bisa Kuliah Hukum Mandiri: Vernando Rony Story

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Vernando kecil, bahwa masa-masa bersama dengan keluarga utuh berbasiskan ayah dan ibu berubah sama sekali di usianya yang masih sangat belia. Orangtuanya memutuskan bercerai saat Vernando berusia 12 tahun. Tepat saat dirinya memulai bangku sekolah lanjutan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Masa-masa transisi dari kanak-kanak ke remaja dijalani Vernando dengan minimnya peran seorang ayah. Ibunya yang seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) kala itu terpaksa membiayai pendidikan Vernando seorang diri karena ayahnya yang tidak dapat menyanggupi.

Beratnya beban emosional yang ditanggung Vernando tidak membuatnya sempat memikirkan hal-hal negatif atau berlaku buruk dalam kesehariannya. Demi ibunya, ia selalu berusaha menjadi yang terbaik. Hal ini dibuktikan dari prestasi Vernando yang sejak SMP selalu membuat ibunya bangga. Vernando menjalani pendidikan formalnya dengan sangat baik dan berniat melanjutkannya hingga ke jenjang perguruan tinggi. Sayangnya, kapasitas diri dan kapasitas finansial Vernando tidak berbanding lurus. Diakuinya, untuk menjalani pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) saja, ia dan ibunya perlu mencari pemasukan tambahan ke sana-sini. Memahami betul keadaannya, ketika lulus SMA, ia tidak sampai hati menyampaikan kepada ibunya tentang keinginannya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Suatu hari, keinginannya berkuliah membuncah. Terlebih ia sudah tahu apa yang akan dia tekuni. Berdiskusi dengan ibunya, Vernando kemudian mendapat dukungan dan mantap melanjutkan pendidikannya. Di tahun 2013, ia mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa program S1 Ilmu Hukum Universitas Atma Jaya, Yogyakarta. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatannya sebagai mahasiswa, Vernando menunjukkan prestasi akademik yang gemilang serta aktif dalam kegiatan eksternal kampus yang mengasah kemampuan sosialnya seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta menjadi penggagas forum diskusi dan organisasi yang bergerak di bidang hukum.

Di akhir perkuliahannya, Vernando mengalami kesulitan finansial yang tidak dapat ia dan ibunya atasi berdua. Ia membutuhkan sejumlah uang untuk menyelesaikan tugas akhir serta biaya kelulusan dan wisudanya di luar dari biaya semester yang ia dan ibunya sanggupi. Mereka berdua sempat mencoba meminta bantuan pada keluarga dan kolega, namun sayang rezeki belum terletak di sana. Hingga di akhir tahun 2016 ia menemukan situs DANAdidik dan setelah melakukan pertimbangan matang, ia melakukan penggalangan dana di sana.

Vernando menjalani kampanyenya dengan baik, latar belakang dan cerita diri yang ia tulis untuk dibaca para calon sponsor cukup menggugah sehingga tidak butuh waktu lama baginya untuk memperoleh pendanaan dari sponsor yang tergugah. Ia mengatasi masalahnya dengan sangat bijak dan tenang, dan untuk semua yang telah ia lewati hingga saat ini, ia menyampaikan syukur tertulis yang ada di akun showcase DANAdidik miliknya, “Saya bersyukur Tuhan selalu memberikan keadilannya. Meskipun dalam keadaan ekonomi yang sulit, saya masih diberi kesempatan untuk dapat berprestasi.” Selalu ada buah yang manis dari tanaman yang dirawat dengan tepat!

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.