Hati-Hati! 9 Penyebab Depresi Ini Sering Kali Terabaikan

Hati-hati! 9 Hal Ini Bisa Menjadi Faktor Penyebab Depresi – Gangguan mental tengah menjadi isu yang kini hangat diperbincangkan warga net. Terutama, akibat rilisnya film Joker yang menuai kontroversi. Film yang tayang di awal bulan Oktober ini disinyalir menimbulkan masalah kejiwaan, terutama bagi mereka yang sudah memilikinya. Alasannya, paparan audiovisual dalam film Joker bisa jadi men-trigger atau memicu timbulnya kondisi yang telah dimiliki sebelumnya. Dalam film itu, karakter yang diperankan oleh Joaquin Phoenix tersebut memang mengalami beberapa gangguan kejiwaan seperti halusinasi, serta masalah tawa patologis. 

Baca juga: 5 Film Hollywood Ini Ajarkan Kamu Cara Mengatur Keuangan

Salah satu gangguan kejiwaan yang tidak kalah serius adalah depresi. Depresi merupakan gangguan mental yang memiliki arti berbeda dengan stres. Seseorang yang mengalami depresi harus segera diberi tindakan karena depresi dapat memicu seseorang untuk melakukan bunuh diri. Menurut data WHO, ada kurang lebih 800.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya. Sebanyak 79% diantaranya terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah hingga menengah. Data ini menunjukan salah satu faktor bunuh diri yang diakibatkan depresi mayoritas terjadi akibat kondisi ekonomi. Selain faktor tersebut, masih banyak hal-hal yang menyebabkan depresi. Yuk, kenali faktor lainnya yang telah DANAdidik rangkum agar kamu dapat mencegah depresi dari sekarang!

Penyalahgunaan zat

Menggunakan narkotika dan mengkonsumsi alkohol juga terbukti meningkatkan risiko depresi. Para ilmuwan baru-baru ini melakukan tes terhadap seekor tikus. Tikus tersebut terbukti menjadi lebih tertekan atau depresi setelah sering mengkonsumsi kokain. Tim ilmuan juga menemukan peningkatan tingkat depresi yang parah.

Kurang aktivitas fisik

Seseorang yang depresi dipercaya memiliki kadar serotonin yang rendah. Serotonin merupakan neurotransmitter yang dapat mempengaruhi mood kita. Salah satu cara meningkatkan hormon tersebut adalah berolahraga. Yuk, olahraga secara teratur, demi kesehatan mental yang lebih baik!

Usia

Kebanyakan kasus depresi dialami oleh remaja atau dewasa muda. Depresi juga lebih rentan terjadi pada wanita daripada pria. Berdasarkan data yang didapat dari penelitian Peltzer, K dan Pangpid, S (2018) dalam intothelightid, kelompok remaja perempuan (15-19 tahun) menunjukkan prevalensi gejala depresi tertinggi dibandingkan kelompok usia lain. Sebanyak 32% dari remaja perempuan yang disurvei melaporkan gejala depresi sedang atau berat. Sementara itu, kelompok pria berusia 20-29 tahun menunjukkan prevalensi gejala depresi sedang atau berat tertinggi (29%) disusul remajanya sebesar 26,6% dibanding kelompok usia lain.

Pernah mengalami bencana

Trauma yang dialami seseorang di masa lalunya dapat memicu depresi. Kejadian seperti bencana alam, kekerasan fisik dan seksual, atau kematian orang terkasih dapat memberikan rasa takut dan kecemasan yang berlebih.

Masalah kesehatan kronis

Memiliki penyakit seperti diabetes, jantung, kanker, dan kolesterol juga dapat meningkatkan seseorang mengalami gangguan mental. Maka dari itu, jika kamu memiliki teman dengan kondisi seperti ini, rangkul dan bantulah ia sebisa mungkin ya!

Merasa tidak aman

Beban pikiran yang diakibatkan kecemasan atau anxiety dapat memicu terjadinya depresi. Cobalah untuk tetap berpikir positif, jika gejala sudah parah konsultasikanlah kesehatan mentalmu pada psikiater.

Mengonsumsi tembakau

Selain narkotika dan alkohol, mengonsumsi tembakau juga dapat mengakibatkan depresi lho! Kandungan nikotin dalam rokok dapat memicu ketergantungan dan mempengaruhi kinerja otak.

Menganggur/ sedang mencari kerja

Kelompok dewasa muda yang mayoritas merupakan fresh graduate biasanya rentan mengalami depresi yang diakibatkan tekanan dalam mencari lapangan pekerjaan. Persiapkanlah diri kamu secara matang ya!

Faktor sosial-ekonomi

Tahukah kamu bahwa salah satu penyebab angka kemiskinan yang tinggi adalah kurangnya kesempatan masyarakat untuk belajar sampai jenjang yang lebih tinggi? Seiring berjalannya waktu lapangan pekerjaan menjadi semakin sempit, maka dari itu sekarang lulusan SMA akan sangat sulit mencari kerja. Pendidikan tinggi menjadi hal yang esensial bagi seseorang, tetapi nyatanya angka putus sekolah di Indonesia masih tinggi. Hal ini dikarenakan banyak mahasiswa drop out akibat tidak sanggup menanggung dana pendidikan mereka. Danadidik.id adalah pinjaman pendidikan pertama di Indonesia yang terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Pinjaman lunak khusus pendidikan tanpa agunan, bunga murah, cicilan ringan & tenor sampai 4 tahun setelah lulus. Yuk, kuliah mandiri dengan meminjam di DANAdidik!

Selain meminjam biaya kuliah pada platform DANAdidik, kamu juga bisa menumbuhkan pundi-pundi keuangan dengan melakakukan pendanaan lho! Dapatkan imbal hasil sampai 15% flat pertahun dengan mendanai mahasiswa Indonesia. Jadi, selain berkontribusi untuk menurunkan angka putus kuliah, kamu juga bisa mendapatkan keuntungan finansial. Danai banyak #AnakDidik sekarang dengan mendaftarkan diri kamu di sini, atau ikuti panduan pada artikel di bawah ya! #SemuaBisaKuliah

4 Panduan Lengkap Menjadi Pendana di P2P Lending DANAdidik

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.