Hati-hati! 5 Penyakit Menular Ini Masih Jadi Perhatian Dunia

Setiap tanggal 7 April, World Health Organization (WHO) merayakan hari kesehatan sedunia. Tahun 2019 ini, kampanye WHO berfokus pada cakupan kesehatan universal dan memastikan bahwa individu di seluruh dunia memiliki akses ke perawatan yang mereka butuhkan ketika mereka membutuhkannya.

Guna memperingati hari kesehatan dunia sekaligus sebagai langkah kepedulian pada kesehatan, DANAdidik merangkum lima jenis penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. Mulai dari kemajuan ilmiah dalam pengobatan dan pencegahan yang telah dibuat di bidang penyakit menular, hingga melihat lanskap penyakit menular untuk mengidentifikasi daerah yang memerlukan perbaikan lebih lanjut untuk mengurangi kematian yang dapat dicegah secara global. Mari kita tinjau status terkini dari beberapa topik penyakit menular yang penting berikut.

HIV-AIDS

Statistik pengidap HIV-AIDS di Indonesia bisa dibilang cukup tinggi. Sebanyak 314.143 kasus HIV dan 111.973 kasus AIDS yang dicatat oleh Kementerian Kesehatan hingga 2018 silam. Penyebaran tertingginya sendiri pada kelompok umur 20–49 tahun. Angka pengidap penyakit HIV-AIDS seharusnya cepat berkurang. Pasalnya menurut Indonesia AIDS Coalition (IAC), ketersediaan obat Antiretroviral (ARV) Fixed Dose Combination jenis Tenofovir, Lamivudin, Efavirens (TLE) di Indonesia kian menipis.

Sangat disayangkan karena kelangkaan obat ini terjadi bermula dari program pengadaan obat yang gagal terlaksana pada 2018. Gagal tender itu terjadi karena PT Kimia Farma dan PT Indofarma Global Medika tidak menemukan titik temu harga dengan pihak Kementerian Kesehatan.

Kolera

Kolera, penyakit diare yang dapat ditularkan melalui makanan dan air yang tidak bersih, kasus global telah meningkat di wilayah-wilayan negara berkembang, termasuk Afrika dan Asia Tenggara sejak 2005.

Sebanyak 80% dari kasus tentang penyakit ini dapat dicegah melalui vaksinasi dan berhasil diobati dengan larutan rehidrasi dari waktu, tetapi Kolera adalah penyakit mematikan yang dapat membunuh dalam beberapa jam setelah timbulnya gejala jika pengobatan tidak dimulai.

Topan Idai, satu dari topan terbesar yang pernah melanda Afrika, berdampak pada wabah kolera besar yang telah dilaporkan di Mozambik dengan lebih dari 1000 kasus yang terdokumentasi dan 2 kematian dilaporkan pada 2 April silam.

Ebola

Sekarang, lebih dari 1000 kasus telah dikonfirmasi dalam wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo. Wabah telah memasuki bulan kesembilan, tanpa adanya tanda-tanda melambat. Menilik data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tingginya jumlah kasus Ebola membuat wabah ini menjadi wabah mematikan kedua dan terbesar dalam sejarah. Sebelumnya pada 2014 silam di Afrika Barat, penyakit ini membuat 11 ribu orang meninggal dunia.

Karena Hari Kesehatan Dunia mempromosikan akses untuk kesehatan bagi semua orang, penting juga bahwa lingkungan yang aman tersedia bagi petugas kesehatan, terutama dalam situasi kritis seperti ini.

Campak

Menurut WHO pada tahun 2015 silam, Indonesia pernah menjadi satu dari 10 negara dengan jumlah kasus campak terbesar di dunia. Statistik dari Kemenkes sendiri menunjukan Kjumlah kasus campak dan rubela dalam 2014 sampai dengan Juli 2018 mencapai 57.056 kasus (8.964 positif campak dan 5.737 positif rubela).

Di negara kita, vaksin Measles Rubella (MR) menjadi polemik karena mengandung babi. Meski begitu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah resmi memperbolehkan vaksin yang merupakan produk dari Serum Institute of India (SII) tersebut.

“Campak dapat membunuh 1 sampai 2 dari 1000. Dan pada populasi yang kekurangan imun atau kekurangan gizi, angka itu bisa jauh lebih tinggi: setinggi 5% secara keseluruhan, atau lebih tinggi. Ini dapat menyebabkan ensefalitis, yang dalam banyak kasus menyebabkan sekuel parah pada sekitar 1 dari 1000 kasus. Inilah mengapa kita harus waspada. Ini bisa terjadi pada anak mana saja yang terkena campak, ” ucap Glenn Fennelly, MD, MPH, profesor dan ketua pediatri di Rutgers New Jersey Medical School dilansir dari Contagion Live.

Malaria

Laporan Malaria tahun 2018 dari WHO menunjukkan bahwa, setelah bertahun-tahun berhasil mengendalikan malaria di seluruh dunia, kemajuan telah terhenti. Laporan tersebut, berdasarkan data dari 2015-2017, yang menunjukan bahwa tidak ada kemajuan signifikan yang dibuat selama periode waktu itu, dengan perkiraan 219 juta kasus dan 435.000 kematian terkait di seluruh dunia pada tahun 2017. Di Indonesia sendiri, jumlah pengidap penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles sp betina ini telah mengalami penurunan drastis, yaitu dari 4.451 kasus menjadi 557 kasus dari tahun 2014 ke 2019.

Danadidik.id adalah pinjaman pendidikan pertama Indonesia yang terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Pinjaman lunak khusus pendidikan tanpa agunan, bunga murah, cicilan ringan & tenor sampai 4 tahun setelah lulus! #SemuaBisaKuliah

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.