Benarkah Generasi Milenial Kunci dari Investasi Sosial?

Umumnya, kamu pasti beranggapan bahwa seseorang yang lebih dewasa memiliki rasa tanggung jawab yang lebih tinggi. Kalau membicarakan perihal pembelajaran hidup mungkin anggapan itu benar, tetapi jika membicarakan soal jenis investasi yang memiliki tanggung jawab sosial, anggapan kamu mungkin salah besar.

Data dan Fakta

Berdasarkan survei dari YouGov untuk Impax Environmental Markets, sebesar 49% dari rentang usia 25 hingga 34 tahun (Generasi Milenial) ingin melakukan investasi yang tidak hanya fokus pada keuntungan finansial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sekitar. Survei lain yang dilakukan oleh Barclays pada tahun 2017 juga menunjukan bahwa 43% dari investor di bawah usia 40 telah melakukan investasi sosial atau impact investment. Sebaliknya, hanya 9% dari mereka yang berusia 50 hingga 59 tahun, dan hanya 3% dari mereka yang berusia di atas 60 tahun yang jenis investasi ini.

“Generasi yang lebih muda lebih secara natural lebih nyaman dengan menggabungkan ambisi finansial mereka dengan kepentingan sosial ketika membicarakan soal investasi.” ungkap Damian Payiatakis, ketua dari impact investing dari Barclays tersebut. Hal ini mungkin disebabkan oleh masyarakat yang berusia lebih muda cenderung lebih memahami konsep dari investasi sosial itu sendiri.

Investasi Sosial untuk Semua

Lagi pula bila ditelisik secara komprehensif, kebanyakan layanan yang menyediakan wadah untuk calon investor melakukan impact investing berada di bidang teknologi, bidang yang jelas dikuasai oleh Generasi Milenial. Walaupun sektor yang diambil bisa berbagai macam, seperti pertanian, kesehatan, lingkungan, maupun pendidikan. Misalnya saja DANAdidik sebagai platform online pinjaman pendidikan atau student loan pertama di Indonesia yang memberikan dukungan positif terhadap kemajuan pendidikan bangsa ini.  

Lantas, apakah investasi sosial hanya dapat dilakukan oleh Generasi Milenial saja? Tentu tidak. Setiap rentang usia dan generasi dapat melakukan investasi. Hanya saja, istilah investasi sosial saat ini memang masih terdengar asing ditelinga masyarakat Indonesia. Perlu sosialisasi yang intensif baik dari pemerintah, penyedia layanan maupun investor investasi sosial agar pikiran masyarakat terbuka akan banyaknya keuntungan yang dapat dicapai dari investasi sambil berderma ini. Seperti ripple effect, hal kecil dapat berdampak besar pada sekelilingnya. Ayo investasikan rupiah kamu untuk menebarkan impact atau manfaat yang lebih luas untuk ekonomi dan pendidikan tinggi di Indonesia!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.