Belajar dari Kasus Audrey: Ini 2 Sanksi yang Didapatkan Pelaku Bullying

Berawal dari sebuah rangkaian tweet dan sebuah tanda pagar atau tagar #JusticeforAudrey, kasus perundungan yang menimpa Audrey Balqis Zildvanka (14) kini menjadi sorotan dunia. Seperti yang telah banyak dijelaskan, remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) asal Pontianak ini diklaim mendapatkan serangkaian tindak kekerasan dari sejumlah remaja Sekolah Menengah Atas (SMA).

Tindakan mereka menjambak hingga mendorong korban disinyalir akibat adanya konflik di media sosial kedua belah pihak. Kejadian lalu berlanjut pada bertemunya tersangka NNA (17) dan Audrey pada Jumat, 29 Maret 2019 yang dimaksudkan untuk menyelesaikan masalah saling ejek di media sosial. Adu mulut pun berujung pada baku hantam. Fakta terbarunya, alih-alih mengeroyok, ke-12 pelaku yang dituding mengaku perlawanan dilakukan secara satu persatu dan tidak semua pelaku melakukan kekerasan, tetapi ada beberapa yang hanya menonton. Polresta Pontianak kini sudah mengerucutkan tersangka menjadi tiga orang dan telah menjatuhkan hukuman. Sebagai informasi dari DANAdidik, mari simak sanksi apa saja yang didapatkan pelaku bullying.

Sanksi Hukum

Berdasarkan tuturan dari Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Donny Charles Go, ketiga orang tersangka, berinisial L, TPP, dan NNA, dijerat dengan Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Mereka akan diancam hukuman 3,5 tahun penjara.

Perlu dilakukan diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana kepada proses di luar peradilan pidana sesuai yang tertera pada UU Nomor 11/2012. Pasal 1 Ayat 2 dari UU tersebut juga menyebutkan anak yang Berkonflik dengan Hukum adalah anak yang telah berumur 12 (dua belas) tahun, tetapi belum berumur 18 (delapan belas) tahun yang diduga melakukan tindak pidana.

Sanksi sosial

Kasus Audrey mengajarkan kita untuk senantiasa cerdas menggunakan media sosial. Karena ketika suatu kasus terungkap besar-besaran, sanksi sosial yang diberikan masyarakat dapat lebih memukul dibandingkan sanksi hukum bagi pelaku.

Jerat hukum pun sudah dijabarkan dengan jelas oleh pihak kepolisian, tetapi warga net seolah belum puas dengan hasilnya. Berbagai cacian ditujukan pada pelaku tanpa tau duduk perkaranya secara jelas. Di sini, netizen harus pintar, karena salah-salah mereka malah menjadi pihak yang dijerat hukum dan menjadi sasaran UU ITE. Biasakan diri untuk memahami dengan pasti suatu masalah sebelum menggembar-gemborkannya di depan publik.  

Danadidik.id adalah pinjaman pendidikan pertama Indonesia yang terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Pinjaman lunak khusus pendidikan tanpa agunan, bunga murah, cicilan ringan & tenor sampai 4 tahun setelah lulus! #SemuaBisaKuliah

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.