Apa Itu Peer to Peer Lending (P2P)? Tilik Kembali Asal Usulnya di Sini!

Internet memang bak pisau bermata dua. Meski begitu, berkat internetlah kini masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan pinjaman online tanpa syarat yang tidak rumit seperti di bank. Pinjaman online hadir lewat istilah yang dinamakan Peer to Peer Lending (disingkat P2P).

Apa itu Peer to Peer Lending (P2P)?

P2P Lending adalah praktik meminjamkan uang, juga mengajukan pinjaman, kepada individu atau bisnis melalui layanan online yang cocok dengan pemberi pinjaman dengan peminjamnya. Praktik ini disuguhkan melalui website yang akan mempertemukan peminjam (borrower) dengan pemberi pinjaman (lender). Kedua pihak akan menjalankan simbiosis mutualisme dimana peminjam mendapatkan dana, sementara pemberi pinjaman mendapatkan untung dari investasinya.

Mengingat bahwa layanan P2P beroperasi secara online, mereka dikenal dengan biaya overhead (biaya lain) yang lebih rendah sehingga dapat menawarkan pinjaman murah dibandingkan dengan penyedia lainnya.

Asal usul P2P Lending

Pinjaman Peer to Peer telah beroperasi sejak tahun 1700 dimana penulis Irlandia yang terkenal, Jonathan Swift, meminjamkan sejumlah kecil uang kepada orang yang membutuhkan tanpa membebankan bunga. Di Cina, bentuk pinjaman ini telah beroperasi selama berabad-abad. Ketika e-commerce bermunculan, P2P berevolusi dan menjadi bagian penting dari sektor keuangan negara. Di Eropa, P2P menjadi terkenal pada abad ke-18 dan ke-19 karena pilihan orang yang lebih disukai untuk mengakses modal cepat. Namun, popularitasnya terpukul pada abad ke-20 ketika bank bermunculan dan mengambil alih sektor keuangan.

Munculnya internet di abad ke-21 sekali lagi menghidupkan kembali Peer to Peer Lending ketika orang-orang di seluruh Eropa terus menghindari bank dan lembaga keuangan lainnya mengingat prosedur rumit yang harus diambil untuk mengakses pinjaman.

Perusahaan pertama yang memberikan pinjaman P2P lewat website adalah Zopa yang berbasis di Inggris. Tetapi kini Cina memimpin dalam hal pinjaman Peer-To-Peer, praktik yang telah dimulai di negaranya berabad-abad yang lalu.

Bagaimana cara kerja P2P Lending?

Meskipun ide Peer to Peer Lending relatif sederhana, ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum memasuki ranah ini, sebagai lender ataupun borrower. Di bagian atas rantai pinjaman, adalah perusahaan yang memfasilitasi platform.

Bagi para lender, pertama-tama anda perlu memutuskan berapa banyak uang yang ingin dipinjamkan dan untuk berapa lama (tenor). Peminjam, di sisi lain, perlu memberikan perincian tentang diri mereka sendiri dan jumlah uang yang ingin mereka pinjam dan untuk tujuan apa.

Platform P2P menganalisis laporan kredit peminjam dan menggunakan informasi tersebut bersama dengan data lain untuk menetapkan tingkat risiko. Permintaan pinjaman biasanya diunggah di situs web, dimana investor meninjaunya.

Misalnya melalui website DANAdidik, mahasiswa sebagai peminjam melewati serangkaian verifikasi guna menentukan credit scoring, mereka lalu akan mengunggah kampanye tentang alasan meminjam, latar belakang, dan lain-lain. Lender dapat memilih #AnakDidik mana yang ingin didanai atau meminta bantuan untuk memilih. Kemudian, dana yang terkumpul akan dikirimkan sebanyak 70% untuk biaya kuliah mereka (langsung ke kampus), dan 30% untuk kebutuhan mahasiswa lainnya (seperti biaya tugas akhir, alat praktik).

Cara kerja DANAdidik

  1. Mahasiswa tertarik dengan pinjaman mengisi aplikasi sederhana di website DANAdidik.
  2. DANAdidik mengakses aplikan.
    Kami membangun teknologi analisa risiko kami sendiri:
    a. Algoritma yang sangat berbeda dari risk-assesment sebuah bank
    b. Khusus untuk aplikan pelajar
    c. Peringkat universitas & potensi industri berperan besar
  3. Dari sini, DANAdidik menentukan peringkat kredit dan menetapkan suku bunga yang sesuai untuk setiap aplikan. Pelamar yang memenuhi syarat dan telah menerima dapat mengevaluasi pilihan pinjaman tanpa berdampak ke nilai kredit mereka.
  4. Investor mulai dari individu & sampai lembaga memilih aplikan mana yang akan didanai. Ini adalah bentuk investasi dan bisa mendapatkan return (imbal hasil) bulanan.
  5. Seluruh proses akan berorientasi online, menggunakan teknologi untuk menurunkan biaya kredit – yang akhirnya menjadi penghematan kembali dalam bentuk tarif yang lebih rendah untuk peminjam dan imbal hasil yang lebih baik bagi investor.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.