Apa itu Diversifikasi Dana di Investasi P2P Lending?

Kata Diversifikasi tentu lekat dengan dunia investasi. Menilik kembali istilahnya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, diversifikasi berarti penganekaragaman. Istilahnya sendiri telah berkembang sejak zaman dahulu, bahkan terdapat pada kitab yang ditulis sekitar tahun 935 sebelum masehi serta pada karya-karya Shakespeare. Kalimat yang paling terkenal soal diversifikasi dapat dilihat di peribahasa

“Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang”

Analoginya adalah apabila kita menjatuhkan keranjang, semua telur akan ikut rusak. Lain halnya dengan menempatkan setiap telur dalam keranjang yang berbeda. Ada lebih banyak risiko kehilangan satu telur, tetapi lebih sedikit risiko kehilangan semuanya. Di sisi lain, memiliki banyak keranjang mungkin dapat menambah biaya.

Sama halnya dengan investasi pada umumnya, salah satu kunci dari suksesnya investasi dalam P2P atau Peer to Peer Lending adalah diversifikasi dana. Strategi ini dipercaya sebagai cara satu-satunya agar dapat mengurangi karakteristik risiko dari portofolio investor tanpa mengurangi harapan pengembalian portofolio. Investor (biasa disebut Lender atau pemberi pinjaman dalam P2P Lending) yang memiliki jam terbang yang tinggi pasti paham bahwa risiko tidak dapat dihilangkan, hanya bisa diminimalisir.

Mengapa melakukan Diversifikasi untuk investasi P2P Lending?

Strategi diversifikasi dana sangat cocok dengan sistem P2P Lending, karena rata-rata investor hanya memerlukan modal yang minim, yakni Rp. 100.000,-. Sehingga jenis investasi ini bisa menjadi jalan keluar bagi investor pemula, tetapi bisa pula menjadi pilihan diversifikasi dana bagi investor kondang. Seperti DANAdidik yang memberikan kesempatan lender memberikan pinjaman pendidikan bagi mahasiswa sebagai borrower. Misalnya, lender yang ingin menginvestasikan 5 Juta dananya disarankan membagi ke 50 peminjam yang berbeda dengan nilai masing-masing Rp100.000, alih-alih hanya 5 peminjam. Selain meminimalisir risiko gagal bayar, dengan berinvestasi ke banyak mahasiswa kurang mampu, lender juga memberikan dampak baik bagi pendidikan di Indonesia serta merasakan pengalaman melakukan investasi sosial.

Strategi diversifikasi dalam investasi P2P Lending dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya diversifikasi dalam platform, sektor, serta peminjam (borrower) P2P. Tetapi, harus dicatat bahwa investor atau lender tidak boleh sembarangan melakukan diversifikasi, harus diselingi dengan memperhatikan tujuan keuangan, profil risiko, serta pengetahuan dasar atas instrumen investasi. Baca juga tips melakukan investasi di DANAdidik.

Danadidik.id adalah pinjaman pendidikan pertama Indonesia yang terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Ayo investasikan rupiah kamu untuk menebarkan impact atau manfaat yang lebih luas untuk kemajuan pendidikan tinggi Indonesia!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.