Angka Putus Kuliah Masih Tinggi! Kenali 5 Penyebab Utamanya di Sini

Angka Putus Kuliah Masih Tinggi! Kenali 5 Penyebab Utamanya di Sini – Membicarakan soal permasalahan pendidikan di Indonesia mungkin tidak akan ada habisnya. Baik angka putus sekolah maupun putus kuliah masih cukup tinggi. Berdasarkan data statistik dari Ristekdikti pada 2017 silam, sebanyak 2,8% mahasiswa dari perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, di Indonesia tercatat putus kuliah. Akibat putus kuliahnya antara lain dikeluarkan atau mengundurkan diri, sebagian besar karena terbentur oleh kondisi ekonomi. 

Pemerintah bukannya tidak campur tangan pada permasalahan ini lho! Berbagai program pendidikan dirancang pemerintah guna memajukan pendidikan di Indonesia. Mulai dari tantangan Presiden Joko Widodo terhadap perbankan BUMN untuk membuat program kredit pendidikan, sampai baru-baru ini Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang digadang-gadang dapat membantu rakyat Indonesia menyelesaikan pendidikan tinggi. Selain itu, sektor swasta juga masuk lewat trobosan startup pinjaman pendidikan atau lazim disebut Student Loan. Seperti salah satunya DANAdidik sebagai perusahaan fintech peer to peer lending pertama di Indonesia.

Selain sulitnya akses biaya pendidikan, sebenarnya masih banyak alasan kenapa seorang mahasiswa bisa terancam putus kuliah atau drop out. Bisa jadi memang si mahasiswanya sendiri yang kuliah malas-malasan, atau ada juga yang memutuskan berhenti kuliah karena sudah mendapatkan pekerjaan. Dari berbagai macam alasan, DANAdidik akan membahas satu persatu alasan yang umum menjadi penyebab seorang mahasiswa putus kuliah lewat listicle berikut ini.. 

IP Tidak Memenuhi Syarat

Meski jarang, namun kemungkinan ini bisa saja terjadi. Karena beberapa kampus memiliki standar indeks prestasi atau IP yang berbeda-beda. Terkadang malah jika memiliki nilai E kamu akan disuru mengulang. Namun, biasanya pihak kampus tentu masih memberikan teguran sampai surat peringatan (SP) pada mahasiswanya. Baru kemudian kamu dinyatakan drop out. Hal itu juga bisa menjadi faktor kemalasan kamu kuliah. Padahal, kalau kamu memang sedang malas kuliah kamu bisa mengambil opsi cuti kuliah lho! Jadi daripada mengeluarkan diri dari kampus, kamu bisa rehat sejenak.

Merasa Salah Kampus

Ada baiknya kamu menentukan dulu apa tujuan kamu kuliah, supaya kamu bisa jauh-jauh dari perasaan salah memilih kampus, yang ujungnya akan memancing kemungkinan putus kuliah. Misalnya, kamu lebih berorientrasi menjadi guru, maka pilihlah jenjang strata dan kampus-kampus keguruan. Namun, kalau kamu ingin cepat lulus dan bekerja, sekolah-sekolah vokasi dan sekolah tinggi bisa menjadi pilihan. Tidak usah gengsi dengan anggapan bahwa masuk kampus negeri favorit adalah segalanya, karena faktanya banyak lho mahasiswa dari kampus negeri yang menyesal juga karena memaksakan masuk negeri dengan jurusan yang sepi peminat. Pada akhirnya? Mereka tidak menikmati proses belajarnya dan merasa salah jurusan. 

Merasa Salah Jurusan

Salah jurusan adalah problematika yang sering dialami oleh mahasiswa, terutama mahasiswa-mahasiswa baru. Perasaan menyesal masuk ke jurusan yang tidak diminati bisa berdampak pada rasa malas lho! Kalau kamu tidak menyukai apa yang kamu pelajari, kamu akan berkecenderungan malas-malasan bukan? Itulah mengapa salah jurusan dapat menjadi salah satu penyebab seorang mahasiswa putus kuliah. Perasaan salah jurusan mungkin memang terasa sulit diatasi, namun masih ada kok beberapa tip supaya perasaan tersebut berkurang. Misalnya, dengan mengikuti kegiatan UKM yang sesuai dengan passion kamu, atau ikut perkumpulan yang sejenis. 

Rendah Hingga Hilangnya Motivasi Kuliah

Ada beberapa faktor yang dapat mengganggu motivasi seseorang mahasiswa untuk kuliah. Bisa jadi karena terlalu banyak berhura-hura, atau sebaliknya, terlalu terlena karena sudah memiliki pekerjaan sehingga merasa pendidikan tidak begitu penting. Tidak sedikit juga lho mahasiswa yang sudah mendapat pekerjaan sebelum ia lulus. Kalau pekerjaan tersebut menjanjikan, terkadang itu juga bisa menjadi godaan kamu tidak menyelesaikan kuliah tuh! Makanya, penting untutk menanamkan bahwa kamu tetap harus menjunjung tinggi nilai pendidikan ya!

Masalah Ekonomi

Masalah finansial atau ekonomi memang masih menjadi penyumbang terbesar pada angka putus kuliah di Indonesia. Kita tidak bisa terus bergantung pada beasiswa bukan? Karena selain persaingannya yang ketat, kebanyakan beasiswa juga hanya diperuntungkan untuk para mahasiswa dengan prestasi cemerlang. Lantas bagaimana dengan para mahasiswa yang biasa-biasa saja dan tidak memiliki uang untuk kuliah, namun memiliki potensi besar kedepannya? 

Di sini lah student loan atau pinjaman pendidikan mengambil peran yang besar. Jangan dulu skeptis pada student loan ya! Memang program student loan sendiri masih menjadi pro kontra, apalagi jika memandang student loan Amerika Serikat. Coba lah berkiblat pada program pinjaman pendidikan seperti di Singapura, Inggris, sampai Australia. Karena sejatinya program pinjaman pendidikan tinggi di Indonesia bisa menjadi terobosan baru untuk melatih mental kemandirian bangsa.

Untungnya, kini sudah mulai banyak berkembang start-up atau perusahaan-perusahaan rintisan finansial teknologi yang menyediakan jasa pinjaman kuliah, misalnya DANAdidik. Lewat platform DANAdidik.id, mahasiswa dapat lebih mudah mengakses pinjaman dengan cicilan murah dan mudah. Kamu bahkan tidak perlu memberikan jaminan. Yuk daftarkan diri kamu di website danadidik.id dan perangi angka putus kuliah!

DANAdidik: telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Didukung Kemenristekdikti. #SemuaBisaKuliah

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.