Akses Biaya Kuliah Mahasiswa Kesehatan Lewat DANAdidik!

Meski sejak awal tahun ini pemerintah lewat arahan langsung Presiden Republik Indonesia, Jokowi memprioritaskan kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) setelah sempat begitu fokus dengan infrastruktur, namun nyatanya akses pendidikan masih terlihat sebagai sebuah kemewahan dibandingkan hak. Hal ini karena, oleh sebagian kalangan, biaya pendidikan dari tahun mengalami peningkatan, meski dari pemerintah sendiri telah memperlihatkan sejumlah upaya untuk menciptakan iklim inklusif di ranah pendidikan lewat pemberian beasiswa, subsidi, dan sebagainya. Namun hal tersebut belum dapat menggenjot angka partisipasi pendidikan secara signifikan.

Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi, misalnya, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) masih di kisaran 20%. APK di tingkat pendidikan tinggi di Indonesia memang belum memenuhi target hingga saat ini. Di tahun 2015, pemerintah menargetkan APK sebesar 30% namun nyatanya belum tercapai. Di sisi lain, menurut data USAID, 73% orangtua di Indonesia mendanai penuh pendidikan anak mereka lewat pinjaman uang atau dana yang mereka peroleh lewat keluarga, kerabat, bank hingga “lintah darat”. Bantuan pemerintah yang terbatas serta tidak adanya platform pendanaan pendidikan yang mudah diakses serta menawarkan keringanan, membuat orangtua dan pelajar seperti tidak punya pilihan.

DANAdidik merupakan platform pendanaan khusus pinjaman pendidikan berbasis financial technology (fintech) yang menyasar mahasiswa. Dibangun dengan spirit sosial, DANAdidik sengaja menerapkan kebijakan yang ramah serta memudahkan mahasiswa agar jangan sampai terbelenggu dengan hutang. Pinjaman pendidikan DANAdidik memiliki bunga yang lebih murah dari bank, yakni sekitar 0.83% – 1.75% flat per bulan, serta memberi tenor panjang, yaitu 24 bulan. Mahasiswa peminjam dapat melakukan pengembalian uang atau dana dengan cara mencicil. 

DANAdidik: Terdaftar dan Diawasi OJK

Belakangan aktivitas bisnis fintech sedang sangat disoroti. Selain karena menghasilkan dampak sosial positif yang luar biasa, nyatanya ada pula yang memanfaatkannya untuk mengeruk keuntungan dengan cara-cara tidak lazim dan merugikan orang banyak. Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terpaksa harus mengambil tindakan ekstrem, yakni dengan menghapus hingga membubarkan mereka yang terbukti bersalah. Keberadaan layanan fintech ilegal tentu mengkhawatirkan. Operasionalnya yang terselubung, membuat regulator sulit mengawasinya. Berdasarkan pengalaman, banyak masyarakat yang terkena dampak negatif dari fintech ilegal karena tidak memberikan aturan perlindungan konsumen yang jelas.

DANAdidik sendiri sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan sejak akhir 2018 kemarin. Hal ini tentu menjadi nilai lebih, yakni DANAdidik layak menjadi pertimbangan masyarakat dalam mengakses pinjaman uang atau dana dengan aman dan terpercaya. Saat ini, DANAdidik sedang berfokus pada pendanaan mahasiswa rumpun ilmu kesehatan, teknologi dan teknik. Dengan total pinjaman yang bisa diajukan mencapai 25 juta rupiah, DANAdidik berharap mahasiswa dengan kesulitan finansial di tahun-tahun akhirnya berkuliah dapat memanfaatkan pinjaman pendidikan ini dengan bijaksana. Lewat semua ini, DANAdidik berupaya menjadi salah satu penyokong bagi pemerintah untuk melancarkan misinya meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi di Indonesia.

Sumber pendanaan pinjaman mahasiswa didapatkan dari sistem crowdfunding atau urunan, dimana perseorangan hingga perusahaan atau korporasi dapat berpartisipasi menjadi apa yang disebut impact investor–investor yang memberi dampak. Dengan mulai dari 50 ribu rupiah, seseorang telah dapat menjadi pendana bagi mahasiswa yang membutuhkan pinjaman. Informasi lebih lanjut terkait DANAdidik dapat diakses di situs web danadidik.id dan/atau help.danadidik.id. Mari sama-sama wujudkan iklim pendidikan inklusif  di mana semua orang, bisa kuliah!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.