8 Tips Memilih Instrumen Investasi yang Cocok untuk Anda

8 Tips Memilih Instrumen Investasi yang Cocok untuk Anda – Instrumen investasi merupakan jenis-jenis investasi yang ditawarkan di pasar investasi. Sebut saja P2P Lending, Reksadana, Saham, Properti, dan masih banyak lagi tempat Anda bisa menanamkan modal. Banyaknya instrumen investasi yang ditawarkan di pasar tersebut membuat kegiatan memilih instrumen investasi menjadi hal yang rumit, terutama bagi investor pemula. Ditambah lagi, kini semakin banyak jenis investasi yang berkembang akibat era digitalisasi. Walaupun melakukan diversifikasi investasi atau menaruh modal pada banyak instrumen merupakan pilihan yang sangat disarankan, tetapi terkadang kita terhalang kendala modal yang tidak memadai.

Sebelum memilih instrumen investasi yang tepat untuk Anda, ada baiknya Anda meninjau kembali perencanaan keuangan, modal yang Anda miliki, serta profil risiko. Anda harus yakin bahwa dengan pilihan dan jumlah investasi yang Anda tanamkan, Anda tetap memiliki dana darurat serta bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Supaya memudahkan Anda memilih instrumen investasi mana yang cocok, berikut DANAdidik telah merangkum delapan tipsnya.

Tinjau kembali tujuan dan kebutuhan Anda

Sebaiknya, luangkan waktu untuk memikirkan apa tujuan Anda berinvestasi. Jangan lupa juga untuk mengenal diri sendiri, yaitu kebutuhan dan tujuan pribadi Anda. Dengan begitu Anda dapat menyesuaikan dengan instrumen investasi yang tersedia beserta risikonya.

Misalnya, investasi merupakan langkah Anda merencanakan keuangan untuk masa tua nanti, jadi Anda melakukan investasi di platform P2P Lending dan memanfaatkan fitur auto-purchase, sehingga keuntungan terus diinvestasikan kembali. DANAdidik sebagai P2P Lending pinjaman pendidikan pertama di Indonesia bisa menjadi pilihan yang tepat untuk memulai merintis profil investasi Anda. Selain return, Anda sebagai lender sekaligus merasakan pengalaman menjadi impact investor dan berkontribusi pada kemajuan pendidikan Indonesia.

Pertimbangkan berapa lama Anda bisa berinvestasi

Pikirkan tentang kapan Anda perlu mendapatkan uang Anda kembali. Kerangka waktu akan bervariasi untuk berbagai sasaran jenis investasi, serta akan mempengaruhi jenis risiko yang dapat Anda ambil. Sebagai contoh:

Jika Anda menabung untuk setoran rumah dan berharap untuk membeli rumah dalam beberapa tahun, investasi seperti saham tidak akan cocok karena nilainya naik atau turun.

Jika Anda memilih instrumen investasi Peer to Peer Lending (P2P Lending), waktu pengembalian imbal hasil (return) akan bergantung pada tenor peminjam (borrower). Misalnya, DANAdidik yang menyediakan pinjaman pendidikan tinggi pada mahasiswa menentukan tenor paling lama 24 bulan.

Buat rencana investasi

Setelah Anda mengetahui tujuan dan kebutuhan Anda, juga telah menilai seberapa besar risiko yang dapat Anda ambil, sekarang saatnya Anda membuat rencana investasi! Langkah ini akan membantu Anda mengidentifikasi jenis-jenis produk yang mungkin cocok untuk Anda.

Anda boleh mencoba investasi P2P Lending sebagai permulaan. Selain instrumen investasi P2P Lending sedang populer bagi generasi milenial, investasi P2P tidak membutuhkan modal yang besar. Dengan Rp 100.000 saya sudah bisa berinvestasi. Namun tentu lebih besar nominalnya, semakin besar keuntungan saya. Dengan investasi di P2P Lending, Anda juga bisa sekalian berinvestasi sosial. Karena kita sebagai lender (investor), nantinya akan meminjamkan sejumlah dana pada, misalnya, UMKM sampai mahasiswa.

Salah satu platform P2P di Indonesia dengan profil peminjam mahasiswa adalah DANAdidik, yang kini sedang menawarkan promo-promo seperti cashback dan program referral. Kalau Anda juga berminat investasi di DANAdidik, mungkin artikel tentang cara berinvestasi ini akan membantu.

Diversifikasi Investasi

Photo by rawpixel.com from Pexels

Diversifikasi adalah aturan dasar dalam berinvestasi. Dengan diversifikasi, Anda berpeluang untuk meningkatkan mendapatkan pengembalian atau return yang lebih baik, juga sebagai cara meminimalisir risiko dalam berinvestasi.

Anda dapat mengelola dan meningkatkan keseimbangan antara risiko dan pengembalian dengan menyebarkan uang Anda di berbagai jenis investasi dan sektor yang harganya tidak perlu bergerak ke arah yang sama, ini lah yang disebut diversifikasi. Strategi ini dapat membantu Anda memperlancar pengembalian sekaligus mencapai pertumbuhan portofolio, serta mengurangi risiko keseluruhan dalam portofolio Anda.

Pertimbangkan keterlibatan Anda

Berinvestasi dapat menguras waktu dan perhatian Anda, tetapi bisa juga tidak. Jika Anda ingin terjun langsung dan menikmati membuat keputusan dalam investasi, Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk membeli saham individu – tetapi pastikan Anda memahami risikonya.

Jika Anda tidak memiliki waktu luang yang banyak, Anda bisa mencoba instrumen Reksa Dana. Sebab, Anda tidak akan perlu repot-repot mengelola dana investasi, seorang Manajer Investasi yang profesional akan melakukannya untuk Anda.

Periksa biaya yang akan Anda keluarkan

Kalau Anda membeli investasi, seperti saham individu, secara langsung, Anda perlu menggunakan layanan pialang saham dan membayar biaya transaksi. Lalu, jika Anda memutuskan untuk berinvestasi di P2P Lending, biasanya ada biaya admin, jadi pastikan lagi biaya ini ditanggung oleh peminjam (borrower), atau Anda sebagai lender.

Intinya, minta perusahaan manapun untuk menjelaskan semua biaya yang harus Anda keluarkan. Pastikan Anda membaca dengan jelas informasi yang biasanya tertera pada website mereka. Sehingga, Anda akan tahu apa yang akan Anda bayar, sebelum mengeluarkan uang Anda. Meskipun biaya yang lebih tinggi kadang-kadang dapat berarti kualitas yang lebih baik, selalu tanyakan pada diri sendiri apakah apa yang dibebankan kepada Anda masuk akal.

Pahami toleransi risiko Anda

Ketahui instrumen investasi mana yang harus Anda hindari. Anda bisa mencari tahu risiko setiap instrumen investasi, juga mencari tahu toleransi risiko Anda sendiri. Hindari produk-produk berisiko tinggi, kecuali jika Anda sepenuhnya memahami risiko spesifik mereka dan senang untuk menggunakannya. Pertimbangkan produk berisiko tinggi hanya setelah Anda mengumpulkan uang dalam investasi berisiko rendah dan menengah.

Tinjau secara berkala

Tinjau kembali secara berkala, tetapi jangan terlalu sering juga. Penelitian menunjukkan bahwa investor yang mengawasi investasi mereka sehari-hari cenderung membeli dan menjual terlalu sering dan mendapatkan pengembalian yang lebih buruk daripada investor yang meninggalkan uang mereka untuk tumbuh untuk jangka panjang.

Langkah ini juga akan bermanfaat untuk melacak kinerja investasi Anda dan menyesuaikan tabungan Anda sebagaimana diperlukan untuk mencapai tujuan Anda. Namun, jangan tergoda untuk bertindak setiap kali harga bergerak ke arah yang tidak terduga. Pasar naik dan turun sepanjang waktu dan, jika Anda seorang investor jangka panjang, Anda bisa mengatasi fluktuasi ini.

Sebagai calon investor yang baik, penting untuk merencanakan dengan matang sebelum memutuskan instrumen mana yang akan digunakan. Untuk rekomendasi instrumen investasi yang cocok untuk anak muda, silahkan dibaca pada artikel di sini.

Danadidik.id adalah pinjaman pendidikan pertama Indonesia yang terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Ayo investasikan rupiah kamu untuk menebarkan impact atau manfaat yang lebih luas untuk kemajuan pendidikan tinggi Indonesia! #SemuaBisaKuliah

Hubungi kontak di bawah ini untuk informasi lebih lanjut:

WhatsApp Business : +62 812 8986 2884

Dipo (+62 81 510 532 844) | dipo@danadidik.com

Helpdesk DANAdidik: https://help.danadidik.id/

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.