7 Tips Investasi P2P Lending untuk Lender Pemula

Kalau kamu pernah atau bahkan gemar berinvestasi, berarti perencanaan keuanganmu sudah lumayan matang. Mungkin instrumen investasi yang umum dikenal diantaranya saham, emas, dan properti. Namun, familiar kah kamu dengan jenis investasi Peer to Peer atau P2P Lending?

P2P Lending memang bisa dibilang jenis investasi yang baru berkembang. Perusahaan asal Inggris, Zopa, merupakan perusahaan pertama yang meluncurkan jenis investasi ini pada 2005 silam. Peer to Peer Lending sendiri singkatnya adalah praktik pinjam meminjam antara pemberi pinjaman atau lender (investor) dengan peminjam atau borrower lewat sebuah wadah online (platform).

Investasi P2P Lending sangat cocok untuk investor pemula, maupun investor profesional yang ingin melebarkan sayap portofolio investasinya. Namun, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan lho sebelum memulai menjadi seorang lender. Simak nih tujuh tips investasi P2P Lending ala DANAdidik bagi investor pemula berikut ini!

Teliti Sebelum Investasi

Pelajari sejarah perusahaan atau platform P2P Lending yang kamu gunakan. Cek situs web dan bagian helpdesk atau FAQ (Frequently Asked Question) mereka. Jika masih memiliki pertanyaan, manfaatkan situs seperti Quora. Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan seperti:

Berapa persentase pinjaman yang gagal bayar?

Bagaimana peminjam disaring dan dievaluasi?

Berapa pengembalian rata-rata yang dihasilkan investor di masa lalu?

Bagaimana proses penanganan terlambatnya pembayaran oleh peminjam?

Penting untuk mengingat bahwa tidak semua platform pinjaman sama dan semuanya mengikuti praktik bisnis yang berbeda. Platform pinjaman yang berbeda akan memiliki prosedur yang berbeda untuk penyaringan, pembayaran yang terlambat, dan hal lainnya.

Lihatlah kepada investor yang telah sukses dengan pinjaman P2P dan belajar dari kesalahan dan kemenangan mereka. Cari tips-tips investasi dan finansial gratis di situs web seperti blog DANAdidik. Ingat, jika kamu merasa masih belum memiliki keyakinan, jangan mulai.

Mulai dengan Perlahan

Jika kamu baru memulai investasi dengan instrumen P2P Lending, lakukan secara perlahan. Memang baik sih mencari informasi dengan membaca, tetapi tidak ada guru yang lebih baik daripada pengalaman langsung.

Jangan merasa kamu harus bergegas membuka website P2P Lending dan meminjamkan uang dalam jumlah besar. Berinvestasi dalam jumlah kecil di awal merupakan salah satu keuntungan P2P Lending dibanding instrumen investasi lainnya, manfaatkanlah kesempatan ini! Kamu bahkan bisa memulai berinvestasi dari Rp 100.000 lho!

Cara ini bisa membantu kamu belajar memahami platform P2P, sekaligus menghindari terjadinya kesalahan fatal. Jika kamu tergesa-gesa di awal sebelum benar-benar memahami mekanisme pinjaman P2P, kamu mungkin mulai merasa kewalahan.

Ketahui Toleransi Risiko Kamu

Setiap orang memiliki tingkat risiko mereka tersendiri. Kamu perlu tahu ‘zona nyaman’-mu sebelum mulai berinvestasi di dunia P2P Lending.

Seperti halnya semua investasi, risiko yang lebih tinggi biasanya sama dengan imbalan yang lebih tinggi. Meminjamkan kepada peminjam tingkat rendah (credit scoring rendah) akan mendatangkan hasil yang berpotensi lebih tinggi, tetapi risiko lebih besar daripada meminjamkan kepada peminjam tingkat tinggi.

“Pikirkan baik-baik tentang berapa banyak risiko yang Anda siap ambil, mengingat bahwa Anda bisa kehilangan seluruh investasi Anda dalam pinjaman jika gagal bayar,” tulis Graeme Marshall, CEO dari FundingKnight.

Diversifikasi Investasi

Photo by Lukas from Pexels

Sama halnya dengan investasi pada umumnya, salah satu kunci dari suksesnya investasi dalam P2P atau Peer to Peer Lending adalah diversifikasi dana. Strategi ini dipercaya sebagai cara satu-satunya agar dapat mengurangi karakteristik risiko dari portofolio investor tanpa mengurangi harapan pengembalian portofolio. Investor (biasa disebut Lender atau pemberi pinjaman dalam P2P Lending) yang memiliki jam terbang yang tinggi pasti paham bahwa risiko tidak dapat dihilangkan, hanya bisa diminimalisir.

Strategi diversifikasi dana sangat cocok dengan sistem P2P Lending, karena rata-rata investor hanya memerlukan modal yang minim, yakni Rp. 100.000,-. Sehingga jenis investasi ini bisa menjadi jalan keluar bagi investor pemula, tetapi bisa pula menjadi pilihan diversifikasi dana bagi investor kondang. Seperti DANAdidik yang memberikan kesempatan lender memberikan pinjaman pendidikan bagi mahasiswa sebagai borrower. Misalnya, lender yang ingin menginvestasikan 5 Juta dananya disarankan membagi ke 50 peminjam yang berbeda dengan nilai masing-masing Rp100.000, alih-alih hanya 5 peminjam. Selain meminimalisir risiko gagal bayar, dengan berinvestasi ke banyak mahasiswa kurang mampu, lender juga memberikan dampak baik bagi pendidikan di Indonesia serta merasakan pengalaman melakukan investasi sosial.

Investasikan Kembali Keuntungan

Kalau tidak ada keperluan mendesak, jangan selalu langsung menguangkan keuntungan dari investasi P2P kamu. Manfaatkan hasil majemuk dengan terus menginvestasikan kembali pengembalian kamu ke pinjaman baru. Kalau kamu memberikan pinjaman pendidikan di DANAdidik, ada baiknya terus menginvestasikan keuntungan untuk mahasiswa lainnya.

Menjaga pokok dan bunga tetap diinvestasikan adalah cara terbaik untuk memaksimalkan investasi Peer to Peer kamu. Jangan lupa untuk memanfaatkan otomatisasi investasi, dan biarkan platform yang menyediakan layanan P2P Lending melakukan pekerjaannya untuk kamu.

Simpan Dana Darurat

Photo by maitree rimthong from Pexels

Sebelum kamu menjadi pemberi pinjaman atau lender di P2P Lending, pastikan kamu memiliki dana darurat yang kuat yang dapat menutupi pengeluaran pribadi. Kamu harus ingat! Kamu tidak akan dapat menarik uang dari platform P2P dengan segera lho! Ingat selalu bahwa P2P Lending merupakan investasi jangka panjang.

P2P Lending Sekaligus Investasi Sosial

Tahukah kamu bahwa jika kamu berinvestasi di platform P2P Lending DANAdidik, berarti kamu turut memajukan sektor pendidikan sekaligus ikut membantu mengurangi angka putus kuliah di Indonesia?

Itu artinya, selain mendapat keuntungan finansial berbentuk imbal hasil atau return, kamu juga mendapatkan keuntungan moril dengan membantu mahasiswa-mahasiswa kekurangan dana pendidikan. Kamu tidak perlu takut karena DANAdidik telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, juga dipercaya sebagai satu-satunya platform fintech Peer to Peer Lending yang mendapat dukungan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti). DANAdidik sangat cocok menjadi pilihan diversifikasi investasi calon lender, ayo investasi demi kemajuan pendidikan Indonesia. Jangan ragu untuk menghubungi WhatsApp Bisnis DANAdidik untuk informasi lebih lanjut ya! #SemuaBisaKuliah

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.