6 Kesalahan Milenial dalam Mengatur Keuangan Selama Ramadan

Generasi milenial memang usia yang rentan untuk mengatur keuangan. Mulai dari gaya hidup, lingkungan, hingga pola pikir you only life once dan carpe diem dapat menjadi bumerang bagi kondisi finansial para generasi yang yang lahir antara tahun 1982 sampai 2000 ini. Pasalnya, beberapa hal tersebut membuat kamu menjadi malas membuat anggaran keuangan, padahal ini hal yang penting untuk dilakukan lho!

Apalagi selama Ramadan yang menyebabkan pengeluaran cenderung membengkak akibat harga-harga yang serba naik. Jadi bisa dibayangkan kalau dari awal tidak ada perencanaan keuangan yang matang, bukan? Guna menghindari krisis keuangan yang tidak diinginkan, simak beberapa kesalahan yang sering dilakukan generasi milenial saat bulan Ramadan berikut ini.

Tidak mengatur pengeluaran buka bersama

https://unsplash.com/photos/x1Pi–IsCBY

Buka bersama (bukber) selalu menjadi topik yang hangat diperbincangkan bagi orang Indonesia selama Ramadan. Bukber memang momen yang pas untuk berkumpul bersama sanak saudara dan kawan lama. Tidak heran jika terdapat beberapa orang yang sudah mempersiapkan acara bukber dari hari pertama Ramadan, atau bahkan sebelum bulan suci ini tiba.

Namun, merencanakan buka bersama juga perlu perhatian lebih lho! Baik itu bukber skala besar seperti reuni sekolah, maupun bukber skala kecil yang hanya berdua. Salah-salah, anggaran pengeluaran kamu akan berantakan, apalagi bagi generasi milenial sebagai generasi dengan usia emas!

Ada beberapa tips supaya pengeluaran buka bersama mu tidak membengkak. Pertama, selektiflah dalam memilih ajakan bukber. Tentukan prioritas, misalnya dahulukan acara keluarga inti, teman-teman terdekat, lalu bukber dengan perusahaan yang biasanya ditanggung perusahaan. Kamu juga bisa menyiasati acara buka bersama dengan sistem potluck atau bukber di rumah dengan membawa makanan agar lebih hemat. Lagipula, inti dari buka bersama adalah reuni, bertukar cerita, dan bersilaturahmi, sangat disayangkan jika rencana keuanganmu rusak karena bukber di restoran mewah.

Mau tips hemat selama Bulan Ramadan lainnya? Baca artikelnya di sini.

Tidak memiliki anggaran

Photo by Pixabay from Pexels

Familiar dengan istilah “tanggal tua”? Ya, istilah ini tidak akan kamu rasakan kalau kamu bijaksana dalam mengatur keuangan! Anggaran keuangan dapat mengontrol pengeluaran kamu. Jika kamu malas mencatat, zaman sekarang banyak kok aplikasi dan website yang dapat memudahkanmu membuat anggaran keuangan. Biasakan untuk tidak langsung menghambur-hamburkan uang sehabis gajian ya! Sebaiknya sisihkan tabungan dan buat anggaran buat satu bulan ke depan, apalagi di bulan Ramadan ini harga serba naik.

Kebiasaan lapar mata

Photo by freestocks.org from Pexels

Saat bulan Ramadan tiba, kegiatan berburu takjil selalu menjadi kesenangan tersendiri. Meluangkan waktu untuk membeli menu berbuka yang sudah diidam-idamkan memang melegakan, tapi masalahnya kebanyakan orang kerap lapar mata! Tergiur untuk membeli banyak makanan yang pada akhirnya hanya mendekam di kulkas.

Sebenarnya kebiasaan buruk lapar mata ini tidak hanya menyangkut soal Ramadan. Tanpa kamu sadari, mungkin kamu kerap lapar mata saat berbelanja di mall. Misalnya, tergiur melihat diskon dan akhirnya membeli banyak hal yang sebenarnya tidak penting.

Jangan jadikan lapar mata kebiasaan, karena akan berakibat sangat buruk pada kondisi keuanganmu. Makanya, inilah mengapa kamu memerlukan anggaran keuangan sebagai pegangan kamu dalam mengatur pengeluaran.

Boros belanja lebaran


Photo by Pixabay from Pexels

Di samping kebahagiaan menyambut hari kemenangan, ada pengeluaran yang jumlahnya tidak sedikit. Sebenarnya, pengeluaran lebaran bisa disiasati kok! Kuncinya hanya jangan boros dan tetap berpegang pada anggaran yang telah kamu buat.

Lebaran identik dengan diskon, baju baru, kue, dan hidangan lebaran. Namun, diskon terkadang malah membuatmu lupa diri! Ingatkan diri untuk mempertanyakan: Apakah saya benar-benar membutuhkan pakaian baru untuk lebaran? Apakah saya akan kedatangan banyak tamu sehingga harus membeli banyak kue lebaran? Kamu kan bisa memadu padankan pakaian yang telah kamu punya. Perihal kue, cobalah untuk membuat sendiri. Selain menghemat, kamu bis
Photo by Pixabay from Pexels a mengasah kemampuan memasak juga.

Menghambur-hamburkan THR

photos.icons8.com

Pengelolaan keuangan di bulan Ramadan juga berarti mengelola Tunjangan Hari Raya (THR) yang kamu dapatkan menjelang lebaran. THR harus dialokasikan secara tepat, pasalnya orang-orang umumnya orang akan langsung fokus pada menghamburkan untuk dana mudik dan belanja kebutuhan hari raya semata. Padahal, banyak prioritas lain yang harus dipertimbangkan.

THR bukan cuma dihabiskan untuk pribadi, tetapi untuk dibagikan pada orang-orang di sekitar kita juga. Jangan lupa, selain mendapat THR kamu juga akan membagikannya pada keponakan-keponakan, bibi yang membantu di rumah, baby sitter, sopir, sampai OB di kantor. Jadi, pisahkan lagi mana bagian THR untuk mudik, belanja, dan dibagikan ya!

Terlalu fokus menabung, malas berinvestasi

Istilah investasi masih sering dikaitkan dengan rencana keuangan yang rumit. Padahal, bukan hanya untuk profesional, investasi juga dapat dilakukan oleh pemula dan anak muda lho! Apalagi, kemajuan internet dan teknologi dan berkembangnya revolusi industri 4.0 memudahkan masyarakat untuk mengembangkan lagi rencana investasinya.

Daripada sekedar ditabung, uang THR yang kamu dapatkan dari berkah Ramadan dapat kamu alokasikan untuk investasi. Kalau kamu bijaksana dalam hal finansial, mulailah mencari tahu jenis-jenis investasi beserta risikonya.

Investasi P2P Lending cocok buat kamu para generasi milenial yang baru mulai berinvestasi! Banyak keuntungannya lho kalau kamu baru pertama kali mencoba investasi P2P! Seperti DANAdidik yang menawarkan promo cashback bagi kamu yang baru pertama kali investasi pada platform pinjaman pendidikan ini. Banyak keuntungan lainnya yang bisa kamu dapatkan dengan menjadi lender di DANAdidik.id. Diantaranya kamu turut memberikan dampak sosial bagi kemajuan sektor pendidikan, ekonomi, sampai kesehatan di Indonesia, mendapatkan imbal hasil/ return hingga 12 – 15 % flat per tahun. Ikuti juga program referral investasi dan dapatkan Rp 50.000 (berlaku kelipatan). Hubungi WhatsApp untuk info lebih lanjut perihal investasi sosial di DANAdidik! #SemuaBisaKuliah

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.