4 Tips Jitu Supaya Kamu Bisa Berkurban Setiap Tahun

Gagal Berkurban Tahun Ini? Simak Tips Agar Bisa Berkurban Setiap Idul Adha – Tidak terasa sebentar lagi umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Idul Adha. Hari untuk memperingati peristiwa kurban ini dirayakan dengan menyembelih hewan seperti unta, sapi, dan kambing. Tidak ayal, banyak umat Islam yang menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membeli hewan kurban.

Dana untuk membeli hewan kurban tentu tidak murah. Karena untuk satu ekor kambing saja bisa berharga mulai dari Rp 1,8 juta dan sapi mulai dari Rp 18 juta. Meski disarankan hanya bagi yang mampu saja, namun tentu kamu memiliki perasaan ingin menyempatkan berkurban setiap tahun bukan?

Tenang saja, ternyata ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan guna bisa membeli hewan kurban. Bahkan kamu bisa kok menyempatkan berkurban setiap tahunnya jika mengikuti beberapa cara ini. Mulai dari patungan sampai investasi, berikut 4 cara yang telah DANAdidik rangkum, kamu bisa mulai mempraktikannya untuk rencana kurban tahun depan. Selamat mencoba dan Selamat Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah!

Patungan dengan Keluarga

Bagi kamu yang merasa berat membeli hewan kurban sendiri, namun tetap ingin berkurban saat Idul Adha, cara ini dinilai cukup efektif. Bahkan banyak keluarga di Indonesia yang telah menerapkan sistem patungan untuk membeli hewan kurban. Namun tetap ingat soal ketentuannya ya! Kamu hanya boleh urunan bersama tujuh orang, itupun hanya bisa berkurban hewan unta dan sapi. Seperti yang diungkapan oleh Imam An-Nawawi dalam kitabnya Al-Majmu’:

يجوز أن يشترك سبعة في بدنة أو بقرة للتضحية سواء كانوا كلهم أهل بيت واحد أو متفرقين

Artinya, ”Dibolehkan  patungan sebanyak tujuh orang untuk kurban unta atau sapi, baik keseluruhannya bagian dari keluarga maupun orang lain.”

Lumayan bukan, katakanlah harga satu ekor sapi Rp 18 juta hingga Rp 20 juta. Dengan kata lain kamu hanya perlu mengeluarkan sekitar Rp 3 juta untuk bisa berkurban sapi. Selanjutnya, sapi tersebut akan diatasnamakan dengan tujuh orang tersebut. 

Punya Rekening Khusus Menabung

Pisahkan rekening pengeluaran sehari-hari kamu dengan rekening menabung. Selain membuat kamu lebih fokus menabung, cara ini efektif karena beberapa bank memiliki produk khusus tabungan yang malah menguntungkan kamu.  Misalnya dengan biaya administrasi yang tidak sebesar tabungan reguler, juga beberapa promo menarik lainnya. 

Setelah memisahkan rekening tabungan, mantapkan diri untuk mencicil biaya hewan kurban setiap bulannya. Tahun in, harga kambing berada pada kisaran Rp 1,8 juta hingga Rp 2,5 juta untuk satu ekor dan sapi dimulai dari sekitar Rp13.500.000. Jika memprediksi kenaikan 15% tahun depan, harga kambing bisa mencapai Rp2,3 juta dan untuk sapi bisa mencapai sekitar Rp 16 juta di tahun depan. Jumlah tersebut dibagi menjadi 10 bulan, sehingga setiap bulannya kamu harus mencicil Rp 228 ribu setiap bulannya untuk kambing dan Rp 1,6 juta perbulannya untuk seekor sapi.

Investasi pada Instrumen yang Tepat

Jangan hanya mengandalkan cicilan dan tabungan, kamu juga perlu  menumbuhkan dana untuk rencana berkurban dengan melakukan investasi. Investasi saham mungkin kurang cocok jika kamu baru belajar berinvestasi, pilihlah jenis investasi yang bisa dilakukan dengan mudah dan modal ratusan ribu seperti P2P Lending.

Baca juga: Lender Baru? Simak Dulu Cara Investasi di P2P Lending DANAdidik

Misalnya di DANAdidik, kamu bukan hanya berinvestasi untuk menambah dana berkurban di Idul Adha, kamu juga akan memberikan kontribusi pada pendidikan Indonesia. Mengapa? Karena kamu telah mendanai mahasiswa Indonesia yang kekurangan dana dan mencegah mereka putus kuliah. Dengan menjadi lender di DANAdidik kamu berhak mendapatkan imbal hasil hingga 15% flat per tahun, juga berkesempatan mendapat cashback Rp 50.000 dengan investasi minimal Rp 250.000

Ikut Arisan Qurban

Selain patungan untuk membeli hewan kurban seperti poin pertama, arisan qurban juga cukup populer di Indonesia. Kamu bisa mengajak keluarga, teman, sampai tetangga. Cara ini disinyalir sama saja dengan berutang, dan hal ini masih menjadi pro kontra dalam hukum islam tentang berhutang untuk berkurban.

Namun, kurban sejatinya merupakan ibadah yang dihukumi sunah muakkad. Begitu utamanya, sebagian ulama menganjurkan setiap muslim untuk mengerjakannya, bahkan meski harus berutang. Pendapat pertama datang dari Imam Abu Hatim sebagaimana dikutip oleh Ibn Katsir dari Sufyan at-Tsauri (Tafsir Ibn Katsir, surat Al Hajj:36).

Sufyan at-Tsauri rahimahullah mengatakan: “Dulu Abu Hatim pernah berutang untuk membeli unta qurban. Beliau ditanya: “Apakah kamu berutang untuk membeli unta qurban?” beliau jawab: ‘Saya mendengar Allah berfirman: Kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya (unta-unta qurban tersebut).” (QS. Al Hajj: 36).

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.