4 Jenis Investasi Berkah Ini Cocok di Bulan Ramadan

Bulan Ramadan bukan alasan kamu berhenti mencari penghasilan tambahan. Alih-alih sekedar menabung, kenapa tidak mencoba berinvestasi? Faktanya, banyak lho kegiatan berinvestasi yang bagus untuk portofolio, tetapi tetap berkah dan berdasarkan hukum islam.

Apalagi di bulan Ramadan, pengeluaran kita akan membengkak akibat naiknya harga bahan pokok. Jangan cuma harga yang naik, pemasukanmu juga harus ikut naik dong! Kamu tidak bisa bukan bergantung pada penghasilan utama saja untuk bagi-bagi THR dan belanja untuk lebaran?

Sebagai bentuk perencanaan keuangan, penting untuk mengetahui jenis-jenis investasi mana saja yang sesuai dengan syariat islam, tetapi juga dapat memberikan return. Artikel finansial DANAdidik kali ini akan membeberkan empat jenis investasi berkah yang cocok di bulan penuh kemenangan ini!

Emas

Bulan Ramadan menjadi bulan yang paling pas untuk berinvestasi emas. Pasalnya, menjelang bulan Ramadan prospek harga emas untuk jangka pendek disinyalir cukup positif. Ditambah lagi umumnya harga emas akan menanjak sepanjang periode Ramadan hingga hari raya Lebaran. Cara membeli emas pun cukup mudah, kamu cukup memulai dengan cara membelinya di gerai resmi seperti Antam dan Pegadaian.

Investasi emas sudah terkenal aman dilakukan kaum muslim. Bahkan MUI pernah mengeluarkan fatwa tentang jual-beli emas secara non-tunai, misalnya jual-beli emas secara kredit termasuk dalam perbuatan mubah atau dibolehkan menurut pihak MUI. Meskipun begitu, tetap ada syarat dan ketentuan bagi kalian yang ingin berinvestasi emas, diantaranya:

-Harga jual tidak diperkenankan bertambah selama masa perjanjian.

-Emas tersebut tidak boleh dijadikan jaminan.

-Emas tersebut juga tidak boleh dijadikan objek akad lain yang bisa menyebabkan perpindahan kepemilikan

-Dibolehkan selama emas belum jadi alat tukar resmi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika emas dibarter dengan emas, perak ditukar dengan perak, gandum bur (gandum halus) ditukar dengan gandum bur, gandum syair (kasar) ditukar dengan gandum syair, korma ditukar dengan korma, garam dibarter dengan garam, maka takarannya harus sama dan tunai. Jika benda yang dibarterkan berbeda maka takarannya boleh sesuka hati kalian asalkan dari tangan ke tangan (tunai).” (HR. Muslim 4147).

Reksadana

Sebenarnya, reksadana merupakan salah satu instrumen investasi yang sesuai dengan syariat Islam. Alasannya karena modal yang ditanamkan dikelola secara produktif, apalagi pengelolaannya pun sering kali dilakukan secara transparan. Namun, banyak umat muslim yang masih ragu tentang hukum halal dan haram berinvestasi di reksadana.

Menjawab keraguan masyarakat muslim di Indonesia, MUI mengeluarkan fatwa No. 20/DSN-MUI/IV/2001 yang isinya memperbolehkan kaum muslim untuk berinvestasi reksa dana, khususnya reksa dana syariah.

Dalam hukum Islam, segala sesuatu yang bersifat muamalah (jual beli) diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan syariah. Untungnya sekarang banyak bermunculan produk reksadana syariah yang terikat dengan dua macam akad, yaitu akad wakalah dan mudharabah.

Wakalah adalah pelimpahan kekuasaan oleh suatu pihak kepada pihak lain dalam hal-hal yang boleh diwakilkan. Akad ini berlaku antara pemodal dengan pengelola investasi reksadana (Manajer Investasi). Pemodal memberikan mandat kepada Manajer Investasi untuk melaksanakan kegiatan investasi bagi kepentingan pemodal sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Prospektus Reksa Dana.

Sementara itu, mudharabah merupakan akad dimana seseorang memberikan hartanya kepada orang lain untuk diperdagangkan dengan ketentuan bahwa keuntungan yang diperoleh dibagi di antara kedua belah pihak, sesuai dengan syarat-syarat yang disepakati. Akad ini berlaku antara Manajer Investasi dengan investor atau nasabah.

SBSN (Surat Berharga Syariah Negara)

Apakah ada obligasi syariah? Tentu ada! Misalnya Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN, yang berarti obligasi atau surat utang yang diatur menggunakan metode syariah. Itu artinya surat yang diperjualbelikan bukan berasal dari proses jual-beli produk yang haram. Data yang diberikan haruslah transparan dalam proses penyerahannya.

Disarankan untuk tidak sembarangan memilih bagi kalian yang ingin memulai investasi syariah jenis ini. Kamu harus selektif, bisa jadi ada produk investasi yang berlabel syariah, tetapi diterbitkan oleh bank non-syariah. Malahan, ternyata produknya berasal dari aktivitas pengelolaan dana dengan unsur non-halal. Bagaimana, tertarik untuk investasi Surat Berharga Syariah Negara di bulan puasa ini?

Investasi Berdampak Sosial

Zaman sekarang, kamu bisa berinvestasi sambil berdonasi sekaligus lho. Apalagi investasi yang kamu lakukan dapat berdampak bagi kemajuan sektor pendidikan, ekonomi, sampai kesehatan di Indonesia!

Ya, investasi berdampak sosial kini tengah menjadi tren di kalangan investor, terutama investasi sosial berjenis Peer to Peer Lending. Dengan memberikan pinjaman pendidikan kepada mahasiswa kesehatan di DANAdidik misalnya, kamu ikut mengurangi angka putus kuliah, menaikan kualitas kesehatan tanah air karena membantu meluluskan calon tenaga kesehatan, sekaligus menaikan taraf ekonomi keluarga mahasiswa yang bersangkutan ketika ia lulus dan bekerja nanti.

Telah banyak #AnakDidik (borrower) dan #WaliDidik (lender) yang mendapatkan dampak positif dari DANAdidik. Sebut saja Charizon Afrinadria, salah satu mantan borrower asal Bengkulu di program pinjaman pendidikan P2P Lending ini. Kini, mahasiswa yang dulu bekerja keras kuliah sambil menjadi tukang parkir ini telah sukses bekerja di RS Kesdam Jaya Cijantung sebagai perawat kamar operasi. Selain menjadi tulang punggung keluarga, Charizon juga berhasil menunjukan bahwa sahnya semua orang berhak mengenyam pendidikan tinggi.

Seorang impact investor di DANAdidik dapat menghasilkan return 12-15% flat per tahun dengan tenor panjang. Ayo, buat cerita inspiratif lainnya dan berikan dampak baik bagi sekitar di bulan suci ini! Kunjungi laman kampanye atau hubungi WhatsApp untuk informasi lebih lanjut! #SemuaBisaKuliah

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.