3 Terobosan BJ Habibie di Bidang Teknologi: Karyanya Sampai Dibeli NASA

3 Terobosan BJ Habibie di Bidang Teknologi: Karyanya Sampai Dibeli NASA – Indonesia kembali diliputi duka yang mendalam usai berpulangnya Bacharuddin Jusuf Habibie pada 11 September 2019 pukul 18:05 WIB kemarin. Presiden ketiga Republik Indonesia ini menutup usia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto pada usia 83 tahun. Pria yang dijuluki Bapak Teknologi Indonesia ini memang dikabarkan telah dirawat secara intensif sejak 1 September silam akibat berbagai gangguan organ yang beliau alami.

Meskipun menjadi presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek, pesona dan prestasi BJ Habibie seakan tak lekang oleh waktu. Minat dan bakatnya pada bidang teknologi membuat alumnus Intitut Teknologi Bandung ini dikenal sebagai Bapak Teknologi. DANAdidik telah merangkum beberapa terobosan dari Almarhum Eyang Habibie di bidang teknologi penerbangan berikut ini.

N-250 Gatotkaca: Pesawat Komersial Pertama Indonesia

HiTekno

Tidak semua negara mampu membuat pesawat pada tahun 1995, namun tidak bagi Indonesia dan BJ Habibie. Berkat tangan ajaibnya, alumnus Universitas Teknologi Rhein Westfalen Aachen, Jerman ini berhasil membuat pesawat komersial pertama yang didesain dan dibuat seluruhnya oleh teknisi dan engineer Indonesia. Pesawat tersebut kemudian dinamakan N250 Gatotkaca. dibuat oleh IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia-red) mampu terbang ke langit nusantara. IPTN N-250 adalah pesawat transportasi regional turboprop yang merupakan gagasan BJ Habibie. Huruf N berarti Nurtanio atau Nusantara, sedangkan 250 berarti pesawat bermesin ganda atau dua dengan kapasitas 50 penumpang.

Teori Crack Progression

Akurat.co

Kecerdasan BJ Habibie lagi-lagi ditunjukan lewat penemuan Teori Crack Progression. Di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, para ahli dirgantara mengenal teori cetusannya dengan sebutan Teori Habibie (Habibie Theorem), Faktor Habibie, atau Fungsi Habibie. Suami dari Ibu Ainun ini memang dikenal sebagai Mr Crack karena keahliannya menghitung crack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang.

Para insinyur mengantisipasi kemungkinan muncul keretakan konstruksi dengan cara meninggikan faktor keselamatannya (SF), sebelum titik crack bisa dideteksi secara dini. Caranya, meningkatkan kekuatan bahan konstruksi jauh di atas angka kebutuhan teoritisnya. Lalu akibatnya? Material yang diperlukan lebih berat. Namun setelah titik crack bisa dihitung maka derajat SF bisa diturunkan. Misalnya dengan memilih campuran material sayap dan badan pesawat yang lebih ringan. Porsi baja dikurangi, aluminium makin dominan dalam bodi pesawat terbang.

Faktor Habibie bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar) hingga 10 persen dari bobot sebelumnya. Bahkan angka penurunan ini bisa mencapai 25 persen setelah Habibie menyusupkan material komposit ke dalam tubuh pesawat. Sebuah terobosan tersohor dari Eyang Habibie!

Prototipe DO-31: Karya yang Dibeli NASA

Habibie juga berhasil membuat prototipe DO-31, yang merupakan pesawat baling-baling tetap pertama yang mampu tinggal landas dan mendarat secara vertikal, yang dikembangkan HFB bersama industri Donier. Badan Penerbangan dan Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA) pun membeli pesawat rancangan dari pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan ini. 

Hal tersebut pun membuat Habibie dilirik Messerschmitt Boelkow Blohm Gmbh (MBB), yakni sebuah industri pesawat terbesar yang asal Hamburg, Jerman. Karier Habibie di MBB terus meningkat, jabatan Vice President/Direktur Teknologi MBB didapatkannya tahun 1974. Habibie merupakan satu-satunya orang di luar kebangsaan Jerman yang mampu menduduki posisi kedua tertinggi saat itu.

Masih banyak lagi prestasi BJ Habibie, namun itulah dia tiga diantaranya. Indonesia mungkin kehilangan patriot negerinya, namun semangat dari Eyang Habibie untuk membangun Indonesia menjadi negeri yang luar biasa tetap terpatri di hati masyarakatnya. Selamat jalan sang Bapak Teknologi Indonesia: Bacharuddin Jusuf Habibie.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.