15 Tips Mengatur Uang Ala Raditya Dika: Penting Ditiru Sejak Dini!

15 Tips Mengatur Uang Ala Raditya Dika: Penting Ditiru Sejak Dini! – Lewat akun YouTube-nya pada 19 May silam, Raditya Dika mengunggah video berjudul 15 TIPS NGATUR DUIT ALA RADITYA DIKA. Video tersebut berisi pesan-pesan pria bernama asli Dika Angkasaputra Moerwani tersebut tentang keuangan. Simak yuk, apa saja sih tips yang diberikan Youtuber multitalenta ini lewat artikel yang telah DANAdidik rangkum!

Baca juga: 7 Tips Memulai Gaya Hidup Minimalis: Lifestyle yang Bisa Bikin Kaya!

Beli Barang untuk Diri Sendiri

Menurut Raditya Dika, jaman sekarang orang cenderung membeli barang untuk orang lain, dalam artian kepentingan sosial atau untuk dipamerkan. Kebiasaan buruk ini biasa kita dengar dengan istilah ‘panjat sosial’.

“Beli barang karena lu happy, karena lu butuh, dan karena lu memang jauh lebih happy kalau punya barang tersebut, untuk diri lo sendiri bukan untuk orang lain.” pesan Raditya Dika lewat akun YouTube-nya. Nah, jangan sampai kamu boros hanya untuk kepuasan orang lain ya! 

Waktu adalah Teman Terbaik untuk Investasi

“Misalnya Rp 10.000.000 didepositokan di bank. Tahun depannya dengan keuntungan 5% jadi Rp 10,5 juta, tapi tahun depannya lagi yg 5% itu bukan dari 10 juta awal tapi dari 10,5 yg dari tahun sebelumnya.” ujar Raditya Dika.

“Berarti semakin lama lu berinvestasi, maka semakin banyak hasil akhirnya” ucap lulusan Finance dari Adelaide University tersebut. Bahkan Radit juga membocorkan bahwa dirinya telah melakukan investasi dari royaltinya atas buku Kambing Jantan pada 2005 silam, sehingga ayah satu anak tersebut bisa merencanakan dana pensiunnya sejak dini.

Tuh, dengar! Waktu adalah teman terbaik untuk melakukan investasi. Yuk coba belajar investasi sekarang dengan investasi mudah dan murah seperti peer to peer lending! Instrumen yang kerap disingkat P2P Lending ini sangat cocok untuk pemula karena kamu hanya membutuhkan ratusan ribu saja untuk mendapat keuntungan. Misalnya dengan berinvestasi pada platform DANAdidik, kamu bisa mendapatkan imbal hasil hingga 15% flat p.a. Selain itu, dengan memberikan pinjaman dana pendidikan pada mahasiswa Indonesia, kamu juga akan menyelamatkan mereka dari ancaman putus kuliah. 

Tunggu apalagi, klik website DANAdidik.id di sini untuk daftar, atau ikuti langkah investasinya pada artikel di bawah ya! #SemuaBisaKuliah

Lender Baru? Simak Dulu Cara Investasi di P2P Lending DANAdidik

Uang Keluar<Uang Masuk

Uang keluar harus lebih sedikit dari uang masuk. Menurut Raditya Dika, sebenarnya ini bisa dilakukan dengan cara sederhana. 

“Caranya ada dua: Lu ningkatin uang masuk, atau tekankan uang keluar. Itu yang harus dijadikan mindset: hubungan keuangan pribadi yang sehat adalah mengetahui bahwa uang masuk harus lebih besar dari uang keluar.” pesan pria berdarah Batak tersebut.

Tidak Ingin Berutang dan Diutangi

Prinsip tidak ingin berhutang dan dihutangi ini telah Radit jaga sejak awal ia bekerja hingga sekarang. “Mobil mana gak usah terlalu mahal, yang penting gua bisa beli tanpa berutang. Kalaupun tidak mampu, berarti yang bisa gua lakukan adalah kerja sebanyak-banyaknya, nabung, investasi untuk ngejar mobil yang gua pengen” ucap Radit. Ia menambahkan tips kalau memang mau berutang lebih baik untuk aset yang bertumbuh, misalnya rumah.

Raditya Dika juga memilih untuk tidak diutangi orang. Menurutnya, banyak pertemanan rusak gara-gara utang dan uang. Makanya ia lebih memilih untuk menawarkan pekerjaan atau value dari temannya. “Waktu itu temen SMA gua dateng untuk meminjam duit, yang gua lakukan adalah nanya: ‘Lu bisa ngapain buat gua, gua kasih kerjaan aja mau engga?’”

Kalau Bisa, Bayar Sesuatu Secara Tunai

Hindari menggunakan debit atau kartu kredit. Menurut Raditya Dika, ada penelitian yang membeberkan bahwa rasa sakit yang ditimbulkan dengan membayar barang melalui cash lebih tinggi dibandingkan menggunakan kartu.

“Misalnya membeli handphone Rp 2 juta dengan menggesek kartu debit akan terasa berbeda dengan mengeluarkan uang fisik R 2 juta. Akan timbul perasaan tidak rela.” jelasnya.

Fokus pada Penghasilan

Pada tips personal finance kebanyakan diajarkan bagaimana cara berhemat. Padahal, menurut Radit sangat penting untuk menambah penghasilan. Setelah berhasil mengecilkan uang keluar, bagaimana caranya untuk meninggikan uang masuk. Ia berpesan bahwa penting untuk mengingat gaji tidak sama dengan penghasilan. 

Pelajari Instrumen-Instrumen Investasi dan Hubungkan dengan Tujuan Finansial

Tentukan terlebih dahulu tujuan finansial kamu, misalnya jangka pendek atau panjang. Misalnya tujuan finansial kamu adalah jangka pendek, Raditya Dika menjabarkan:

“Misalnya dalam setahun lu mau beli handphone baru harga Rp 7 juta terus lu mau investasi. Investasilah pada instrumen yang risikonya tidak terlalu tinggi, return-nya mungkin tidak terlalu tinggi juga. Kalau buat pensiun taruh lah pada instrumen saham,” Kamu bingung memilih instrumen investasi? Simak artikel DANAdidik di bawah ya!

8 Tips Memilih Instrumen Investasi yang Cocok untuk Anda

Banyak Penghasilan bukan Berarti Banyak Pengeluaran

Ini banyak terjadi pada teman-temannya di dunia hiburan. Mereka masih muda mereka kaget memiliki uang yang banyak, akhirnya pengeluaran malah makin banyak. Namun, ini adalah hal yang selalu Radit hindari sejak ia muda. Itulah kenapa tabungan pensiun Radit bisa tercapai saat ia berusia 34 tahun sekarang. 

“Penghasilan naik lebih baik diterjemahkan menjadi ‘oh gua bisa invest lebih banyak, ketimbang oh gua bisa foya-fiya lebih banyak’” pesannya untuk para netizen.

Yuk coba investasi di DANAdidik sekarang dan dapatkan cashback Rp 50.000 dengan investasi minimal Rp 250.000 sekarang! Klik di sini untuk daftar.

Punya Budget

“Gua selalu mengalokasikan minimal 10% dari penghasilan untuk investasi.” ungkap Raditya Dika. Ia juga menambahkan penting untuk memiliki budget, tapi lebih penting lagi untuk mengalokasikan beberapa untuk investasi. 

Baca juga: 5 Tips Utama Investasi di Fintech P2P Lending

Ia juga bercerita bahkan ia pernah mengalami fase dimana investasinya mencapai 70% dari penghasilannya. Keuntungan dari investasi tersebut ia alokasikan untuk macam-macam kebutuhan, seperti pendidikan anak, pensiun, ganti mobil 5 tahun ke depan dll. Punya budget penting, tapi lebih penting lagi untuk penghasilan lu dialokasikan berapa untuk investasi. 

Keluarkan Uang untuk Membeli Pengalaman bukan Barang

Menurut Raditya Dika, ia pernah membaca riset yang isinya kurang lebih seperti ini: Dengan membeli pengalaman, kebahagiaan yang akan didapatkan lebih banyak ketimbang membeli barang. Penulis humoris ini mencontohkan seperti misalnya berlibur, atau makan bersama keluarga. 

Pertimbangkan Cost per Use

Saat membeli barang, pertimbangkanbiaya yang dikeluarkan tiap memakai barang tersebut. Contoh sederhananya Radit sampaikan lewat ikat pinggang.

“Misalnya ikat pinggang Rp 1 juta bisa dipakai cuma 1 tahun, lebih baik ikat pinggang 10 juta bisa dipakai 15 tahun.” Ujarnya. Radit juga menambahkan penting untuk mengira-ngira seberapa awet barang tersebut, seperti jam tangan yang ia beli dengan harga tinggi namun bisa ia pakai seumur hidup bahkan bisa diwariskan pada anaknya. 

Usahakan Berbelanja Sendirian

Menurut Radit, alasannya karena terkadang teman bisa menghasut untuk membeli suatu barang, walaupun niatnya bisa saja baik.

“Eh kayaknya kerenan ini.”

“Eh ini baju cocok buat lo”

Biasanya ucapan seperti itu sering keluar saat berbelanja bersama teman bukan? Hal tersebut kerap membuat kita mengeluarkan uang lebih banyak, padahal kita belum tentu butuh barang-barang tersebut.

Bayar Pajak dan Donasi

“Kalau memiliki uang banyak, lu harus bayar pajak yang banyak sebagai kewajiban sebagai warga negara.” tekan Raditya Dika. Ia memiliki banyak teman artis, selebgram, sampai youtuber, yang pajaknya terbengkalai dan malah membuat mereka harus membayar denda. 

Kalau soal donasi, ia merasa dengan memberikan uang ke orang kita akan mendapat kebahagiaan yang lain. Makanya ia dan sang istri kerap melakukan donasi misalnya saat terjadi pemberitaan bencana di media. 

Hubungan dengan Uang adalah Hubungan Kebiasaan

“Semua ini harus lu biasakan. Kalau dari kecil biasa boros memang agak susah mengubahnya ketika besar. Makanya, perlu komitmen dan perlu fokus jangan stress dikit belanja” pesan suami dari  Anissa Aziza tersebut.

“Gimana caranya kebiasaan lu yang tidak sehat mengenai uang bisa berubah menjadi lebih baik karena lu punya kebiasaan yg baru dan fokus menjalani itu.” tambah Radit.

Temukan Pasangan yang Perilakunya terhadap Uang Itu Sehat

“Jangan sampai lu sehat lu sudah bagus personal finance nya, tiba-tiba lu punya pacar atau nikah dengan pasangan yang tidak sehat secara finansial, jadi berantem dan lain-lain. Gua dan Anissa sudah mengkomunikasikan soal duit sejak jaman pacaran. Gua udah bilang sikap terhadap uang begini, investasi begini, terbuka sama dia, dia juga terbuka sama gua. Komunikasi yang sehat dengan pasangan bahkan sejak pacaran bisa jadi fondasi yang kuat ketika lo sudah nikah.” pungkas ayah dari Alinea Ava Nasution tersebut. 

Bahkan menurut penelitian, hampir 80% pertengkaran di rumah tangga adalah karena uang lho! Jadi pastikan kamu punya perspektif yang sama terhadap uang bersama pasangan kamu ya!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.